Kasus Pertama di Dunia, 8 Gorila di Kebun Binatang AS Positif COVID-19

Shabani, gorila tampan dari Jepang (foto ilustrasi)
Sumber :
  • Twitter/Kanamon0502

VIVA – Beberapa gorila di Kebun Binatang San Diego dinyatakan positif mengidap COVID-19, yang diyakini sebagai kasus pertama di antara primata di Amerika Serikat dan dunia.

Direktur kebun binatang, Lisa Peterson, mengatakan, delapan gorila yang tinggal bersama di tempat itu diyakini mengidap virus dan beberapa mengalami gejala seperti batuk. Diduga infeksi berasal dari anggota tim perawatan satwa liar, yang juga dites positif terkena virus namun tidak menunjukkan gejala.

Kebun binatang itu telah ditutup untuk umum sejak 6 Desember lalu, sebagai bagian dari upaya penguncian negara bagian California untuk mengekang penyebaran kasus virus Corona.

Setidaknya dua gorila mulai batuk pekan lalu, sedangkan yang ketiga mulai menunjukkan gejala. Hasil tes positif dikonfirmasi oleh US Department of Agriculture National Veterinary Services Laboratories pada tiga gorila. Kotoran dari delapan gorila tersebut telah dibawa untuk diuji.

"Selain sesak dan batuk, para gorila baik-baik saja. Mereka dikarantina bersama dan sedang makan serta minum. Kami mengharapkan pemulihan penuh," ujar Peterson, dilansir Al Jazeera, Selasa 12 Januari 2021,

Gorila memiliki 98 persen persen persamaan DNA dengan manusia. Penelitian menemukan bahwa beberapa primata juga rentan terhadap infeksi COVID-19.

Belum diketahui apakah gorila tersebut akan mengalami reaksi serius terhadap virus, yang telah menewaskan hampir dua juta orang di seluruh dunia. Gorila yang terinfeksi di kebun binatang San Diego adalah gorila dataran rendah barat, yang populasinya telah menurun lebih dari 60 persen selama 20 tahun terakhir.

Baca juga: Orang Utan Tertua di Dunia asal Sumatera Mati di Kebun Binatang di AS