Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Mantan Bos Mossad Ungkap Operasi Intelijen untuk Lawan Iran

Senin, 14 Juni 2021 | 14:38 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
Yossi Cohen memimpin Mossad selama lebih dari lima tahun. Getty Images/BBC Indonesia

 

Yossi Cohen, yang baru saja pensiun dari posisinya sebagai kepala badan intelijen Israel, Mossad, telah membeberkan operasi mata-mata negaranya terhadap Iran melalui sebuah wawancara dengan media.

Baca Juga

Menurut Cohen, Mossad melancarkan aksi pencurian dokumen-dokumen program nuklir Iran di sebuah gudang pada 2018. Operasi tersebut berhasil memindahkan puluhan ribu dokumen dari Iran ke Israel.

Dia juga mengindikasikan bahwa Israel terlibat dalam penghancuran fasilitas nuklir Iran di Natanz serta pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran.

Cohen menjabarkan hal ini kepada wartawan Ilana Dayan dalam program dokumenter Uvda yang disiarkan stasiun televisi Israel Channel 12.

Cohen sendiri pensiun sebagai kepala Mossad pekan lalu.

Cohen diangkat sebagai kepala Mossad pada akhir 2015 oleh Benjamin Netanyahu yang saat itu masih menjabat perdana menteri. Netanyahu baru saja dilengserkan oleh politikus Naftali Bennett dan koalisi sayap kanan.

Cohen bukan orang baru di badan intelijen Israel. Dia bergabung dengan lembaga tersebut pada 1982 setelah mengenyam pendidikan sarjana di London, Inggris.

Dalam wawancara dengan Ilana Dayan, Cohen mengaku punya "ratusan paspor" selama kariernya.

Penuturan terpenting Cohen saat diwawancara adalah mengenai pencurian arsip-arsip program nuklir Iran.

Isi arsip-arsip itu pernah disinggung Netanyahu dalam jumpa pers pada 2018. Saat itu dia mengklaim dirinya punya bukti bahwa Iran berupaya menciptakan senjata nuklir secara rahasia seraya mempertahankan pengetahuan tersebut rapat-rapat—tuduhan yang kemudian dibantah Iran.

Belakangan, sewaktu diwawancara, Cohen mengatakan perlu dua tahun untuk merencanakan operasi pencurian puluhan ribu dokumen program nuklir Iran.

Secara keseluruhan terdapat 20 agen Mossad yang dikerahkan di lapangan—tiada seorang pun dari mereka yang berkewarganegaraan Israel, sebut wartawan Ilana Dayan.

Bos mata-mata Israel itu menyaksikan dari markas komando di Tel Aviv ketika para agen menerobos masuk ke dalam gudang dan membongkar lebih dari 30 lemari besi. Saat foto-foto temuan muncul di layar, "kami semua luar biasa gembira," kata Cohen sebagaimana dikutip Times of Israel.

Semua agen lapangan selamat dan dalam kondisi baik, tambah Cohen, walau ada yang harus dijemput dari Iran.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler