Kazakhstan Tahan 7.939 Orang Selama Kerusuhan Pekan Lalu

Petugas penegak hukum Kazakhstan terlihat di kendaraan bersenjata di pos pemeriksaan, setelah protes masal yang dipicu oleh harga bahan bakar yang meningkat yang terjadi di seluruh negeri, di Nur-Sultan, Kazakhstan, Jumat, 7 Januari 2022.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Pasukan keamanan Kazakhstan menahan total 7.939 orang atas kerusuhan pekan lalu, kata kementerian dalam negeri pada Senin 10 Januari 2022. Selama serangan terburuk dalam sejarah negara Asia Tengah pasca-Soviet itu, gedung-gedung pemerintah sempat direbut atau dibakar di beberapa kota pekan lalu, ketika protes damai yang awalnya menentang kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi kekerasan.

Pihak berwenang Kazakhstan menuding kekerasan itu dilakukan oleh "ekstremis" dan "teroris", yang beberapa di antaranya mereka katakan adalah orang asing.

"Saya pikir ada semacam konspirasi yang melibatkan kekuatan penghancur domestik dan asing tertentu," kata Menteri Luar Negeri Yerlan Karin kepada televisi pemerintah, Senin 10 Januari 2022, tanpa menyebut nama tersangka.

Kerusuhan di Kazakhstan

Photo :
  • Inastagram @nirvana_ks

Mantan kepala Komite Keamanan Nasional Karim Masimov ditahan atas tuduhan makar pekan lalu, beberapa hari setelah Presiden Kassym-Jomart Tokayev memecatnya. Tokayev juga telah memecat kabinetnya, mengeluarkan perintah tembak mati untuk mengakhiri kerusuhan, dan mengumumkan keadaan darurat di negara kaya minyak berpenduduk 19 juta jiwa itu.

Dia juga meminta blok militer pimpinan Rusia untuk mengirim pasukan, yang menurut pemerintah telah dikerahkan untuk menjaga objek-objek strategis.

Media Rusia dan pemerintah melaporkan 164 orang tewas dalam bentrokan tersebut, merujuk pada unggahan media sosial pemerintah. Namun, otoritas kesehatan dan polisi tidak mengonfirmasi angka tersebut dan unggahan media sosial itu kemudian dihapus. (Ant/Antara)