Sejarah Panjang Kota Suci Mekah

Pemandangan Mekah, Arab Saudi.
Sumber :
  • dailysabah.com

VIVA – Mekah merupakan kota tua di dataran Arab. Keberadaan kota Mekah tidak terlepas dari peran Nabi Ibrahim AS ketika ia menempatkan keluarganya di sana usai berhijrah dari Palestina atas perintah Allah lalu membangun Ka’bah. 

Sejak dulu Mekah menjadi tempat persinggahan para kafilah dagang yang mengadakan perjalanan niaga antara Syam Palestina-Yaman.

Dikutip dari buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, Mekah dalam bahasa Sabean disebut Makuraba yang berarti tempat suci. Secara bahasa, Mekah disebut juga Bakkah yang artinya menangis. As-Shuyuthi mengatakan Mekah adalah keseluruhan tanah haram, sedangkan Bakkah nama Baitullah dan tempat tawaf yang mencakup Masjidil Haram. 

Mekah merupakan kota tempat Nabi Muhammad SAW dilahirkan dan tempat ayat pertama dalam Al- Qur’an diturunkan. Bagi umat Islam, Mekah merupakan kota suci pertama, tempat di mana doa-doa mustajab, tempat penuh berkah, tempat umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Berkat adanya Ka’bah, Allah SWT menyucikan seluruh kawasan Mekah dan kemudian disebut sebagai tanah haram yang ditetapkan melalui Nabi Ibrahim AS. [(QS. An Naml (27) : 91 dan al- Qashash (28) : 57].

Dataran Arab Saudi merupakan daerah subtropis, bermusim panas dan musim dingin. Suhu udara sangat ekstrim dengan kelembaban yang sangat rendah. Musim panas jatuh antara Mei-Oktober dan musim dingin jatuh antara November-April. 

Pada musim dingin, suhu udara kota Mekah mencapai temperatur minus 15 derajat Celcius. Pada saat musim panas suhu udara bisa mencapai 45–50 derajat Celcius.

Jalur pendakian Jabar Nur di Mekah menuju Gua Hira

Photo :
  • Bahauddin/MCH2019

Suhu udara yang sejuk terjadi pada bulan peralihan antarmusim, baik dari musim dingin ke musim panas atau sebaliknya. Musim ini disebut sebagai syita (musim dingin) dan shaif (musim panas) keduanya diabadikan dalam QS Qura?sy (106) : 2.

Mekah merupakan lembah kering dan tandus  yang terletak 330 meter dari permukaan laut. Di sekelilingnya  berdiri gunung-gunung batu. Saat ini, Kota Mekah telah diperluas dan menjadi kota metropolitan. Panjang kawasannya mencapai 127 kilometer dengan luas kurang lebih 550 kilometer persegi.

Mekah merupakan pusat seluruh daratan di bumi yang terletak persis di tengah bumi. Sebagian gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah dihancurkan lalu dijadikan terowongan untuk jalan raya, permukiman, dan perluasan Masjidil Haram.

Karena itu, Mekah kini dipenuhi bangunan-bangunan tinggi berupa rumah penduduk, perkantoran, restoran, toko-toko, supermarket dan hotel-hotel untuk akomodasi jemaah haji atau jemaah ‘umrah. 

Menurut al-Fakihi, ada lebih dari 18 tempat ziarah di Mekah yang pernah disinggahi Nabi SAW. Namun, akibat modernisasi kota, tempat-tempat tersebut kini banyak yang tidak bisa dikenali lagi. 

Tempat ziarah yang banyak dikunjungi saat ini terbatas pada tempat yang mudah dijangkau dan memiliki nilai historis, misalnya Ka’bah, Masjidil Haram, rumah tempat kelahiran Nabi, makam Ma’la, Masjid Jin, Masjid dzi Thuwa, Jabal Nur dan Jabal Tsur.