China Marah sampai Ubun-ubun Begitu Nancy Pelosi Injak Taiwan

Sambutan meriah Taiwan atas kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi
Sumber :
  • AP Photo/Chiang Ying-ying

VIVA Dunia– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi akhirnya pada Selasa malam mendarat di Taiwan. Hal itu terjadi di tengah memanasnya hubungan AS dan Bejing mengenai rencana kunjungannya itu sejak awal.

Segera Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengeluarkan pernyataan tentang kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke wilayah Taiwan.

Beijing mengungkapkan bahwa AS mengabaikan peringatan serius dari pihaknya dan kunjungan Pelosi ke Taiwan merupakan sebuah pelanggaran.

Publik Taiwan menyambut ramai kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi

Photo :
  • AP Photo/Chiang Ying-ying

"Pada tanggal 2 Agustus dengan mengabaikan oposisi kuat dan perwakilan serius Tiongkok, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengunjungi wilayah Taiwan di Tiongkok. Ini adalah pelanggaran serius terhadap prinsip satu-China dan ketentuan dari China-AS," kata pernyataan itu mengutip pernyataan dari situs resmi Kedutaan Besar China, Selasa, 2 Agustus 2022.

China juga menjelaskan bahwa kunjungan Pelosi akan memiliki dampak yang parah pada fondasi politik China-AS.

"Secara serius AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial China. Ini sangat merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada pasukan separatis untuk kemerdekaan Taiwan," ujar pernyataan itu.

China juga mengungkapkan bahwa pihaknya dengan tegas menentang dan mengutuk keras kunjungan tersebut dan telah membuat nota protes keras ke Amerika Serikat.

VIVA Militer: Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Nancy Pelosi

Photo :
  • nypost.com

Menurut Beijing, hanya ada satu Tiongkok di dunia sementara Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah Tiongkok. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh Tiongkok.

"Hal ini telah diakui secara jelas oleh Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 2758 tahun 1971."

Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, 181 negara telah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok berdasarkan prinsip satu Tiongkok.

Prinsip satu China adalah konsensus universal masyarakat internasional dan norma dasar dalam hubungan internasional.

Kemudian pada tahun 1979, Amerika Serikat membuat komitmen yang jelas antara China-AS.

Komunike Bersama tentang Pembentukan Hubungan Diplomatik itu berbunyi "Amerika Serikat mengakui Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunyap emerintah Tiongkok yang sah. Dalam konteks ini, rakyat Amerika Serikat akan mempertahankan budaya, komersial, dan  hubungan tidak resmi lainnya dengan rakyat Taiwan", demikian dituliskan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat turuni tangga pesawat tiba di Taiwan

Photo :
  • Taiwan Ministry of Foreign Affairs via AP

Kemudian disampaikan kongres sebagai bagian dari pemerintahan negara AS secara inheren berkewajiban untuk secara ketat mematuhi kebijakan satu China dari Pemerintah AS dan menahan diri untuk tidak melakukan pertukaran resmi dengan wilayah Taiwan China.

"China selama ini menentang kunjungan ke Taiwan oleh anggota kongres AS dan cabang eksekutif AS memiliki tanggung jawab untuk menghentikan kunjungan semacam itu. Namun karena Ketua DPR AS Pelosi adalah pemimpin incumbent Kongres AS, kunjungannya ke dan kegiatannya di Taiwan dalam bentuk apa pun dan untuk alasan apa pun merupakan provokasi politik besar untuk meningkatkan pertukaran resmi AS dengan Taiwan. China sama sekali tidak menerima ini, dan orang-orang China benar-benar menolak ini," bunyi pernyataan itu.

Menurut Beijing, Taiwan adalah masalah paling penting dan paling sensitif di jantung China-AS. Selat Taiwan menghadapi babak baru ketegangan dan tantangan berat dan penyebab mendasarnya adalah tindakan berulang kali oleh otoritas Taiwan dan Amerika Serikat untuk mengubah status quo.

"Pihak berwenang Taiwan terus mencari dukungan AS untuk agenda kemerdekaan mereka. Mereka menolak untuk mengakui Konsensus 1992, berusaha sekuat tenaga untuk mendorong de-sinicization, dan mempromosikan incremental independen."

China juga mengungkapkan bahwa AS telah berusaha menggunakan Taiwan untuk menahan China. Ia terus-menerus mendistorsi, mengaburkan, dan melubangi prinsip satu-China, meningkatkan pertukaran resminya dengan Taiwan, dan mendorong kegiatan separatis kemerdekaan Taiwan.

"Gerakan ini, seperti bermain api, sangat berbahaya. Mereka yang bermain api akan binasa karenanya."

Posisi Pemerintah China dan rakyatnya dalam masalah Taiwan telah konsisten. Lebih dari 1,4 miliar orang Tiongkok berkomitmen untuk secara tegas menjaga kedaulatan negara dan integritas teritorial.
"Kehendak rakyat tidak bisa ditentang, dan tren zaman tidak bisa dibalik. Tidak ada negara, tidak ada kekuatan dan tidak ada individu yang boleh salah memperkirakan tekad yang kuat, kemauan yang kuat dan kemampuan besar dari Pemerintah dan rakyat China untuk mempertahankan kedaulatan negara dan integritas teritorial dan untuk mencapai reunifikasi dan peremajaan nasional."

China akan memastikan diri akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS itu.

"Segala akibat yang timbul darinya harus ditanggung oleh pihak AS dan pasukan separatis kemerdekaan Taiwan."

China dan Amerika Serikat adalah dua negara besar di dunia. Persaiangan keduanya dalam hal dagang kini makin meruncing ke arah politik hingga sekutunya yang saling bertolak belakang.