Pembocor Dokumen Rahasia Pentagon Diduga Peminat Senjata Api, Sebut Media AS

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.
Sumber :
  • Dok. US Department of Defense

VIVA Dunia – Orang yang membocorkan dokumen rahasia militer Amerika Serikat sehingga memicu investigasi keamanan berskala nasional, diduga adalah seorang peminat senjata api berusia 20-an yang bekerja di pangkalan militer, dikutip dari Washington Post.

Media AS itu mengabarkan bahwa orang itu membagikan dokumen tersebut ke sebuah grup di Discord, sebuah platform pesan instan, yang berisi sekitar 20 orang yang memiliki kecintaan terhadap "senjata, perlengkapan militer, dan Tuhan".

Washington Post mendapatkan laporannya melalui wawancara dengan dua anggota grup Discord tersebut. Reuters tidak bisa melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut.

Ilustrasi dokumen rahasia.

Photo :
  • Istimewa.


Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Discord pada Rabu (12/4), mereka mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan penegak hukum. Departemen Pertahanan dan Departemen Kehakiman AS belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar dari Reuters.

Departemen Kehakiman membuka investigasi kasus kriminal formal pekan lalu setelah persoalan tersebut dirujuk oleh Pentagon. Pentagon, sebutan bagi Deptan AS, melakukan asesmen terhadap dampak yang ditimbulkan dari peristiwa yang dapat disebut sebagai insiden kebocoran data AS terparah selama bertahun-tahun.

Orang yang diduga membocorkan dokumen itu dikenal sebagai OG, singkatan dari Original Gangster, sebuah slang yang dapat bermakna orang berpandangan kuno atau tradisionalis. Menurut salah satu narasumber yang diwawancarai oleh Washington Post, OG berumur antara awal atau pertengahan 20-an, dan dikagumi oleh para anggota grup Discord itu.


"Dia fit. Dia kuat. Dia bersenjata. Dia terlatih. Segala yang bisa kamu bayangkan dari sejenis film gila," kata seorang anggota grup Discord yang masih berusia di bawah 18 tahun, dan bersedia diwawancara secara anonim atas izin ibunya, sebut Washington Post.

Gambar-gambar dari dokumen rahasia Amerika Serikat terpampang di berbagai platform media seperti Discord, 4Chan, Telegram, dan Twitter, dalam insiden kebocoran informasi Amerika Serikat terparah selama bertahun-tahun.

Badan keamanan nasional Amerika Serikat dan Departemen Kehakiman sedang menyelidiki kasus tersebut untuk menilai bagaimana dampaknya terhadap keamanan nasional, serta hubungan dengan para sekutu dan negara-negara lain, seperti Ukraina. (Ant/Antara)