Gencatan Senjata Usai, Israel Kembali Bombardir Gaza dan Tewaskan 700 Warga Palestina

VIVA Militer: Bendera Palestina di tengah puing bangunan kota Gaza
Sumber :
  • washingtoninstitute.org

VIVA Dunia – Usai gencatan senjata yang berlangsung selama kurang lebih delapan hari dan pembebasan masing-masing tahanan, kini Israel kembali menyerang warga Palestina di Gaza.

Ratusan warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir di Gaza saat tentara Israel memerintahkan lebih banyak wilayah di dalam dan sekitar kota Khan Younis, kota terbesar kedua di wilayah kantong tersebut, untuk dievakuasi dari kota. 

Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan pada hari Minggu bahwa lebih dari 700 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel melanjutkan pemboman setelah gencatan senjata tujuh hari berakhir pada hari Jumat.

VIVA Militer: Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

Photo :
  • washingtoninstitute.org

Lebih dari 1,5 juta orang telah mengungsi, sebagian besar dari mereka berasal dari Gaza utara, sejak Israel melancarkan serangan militer pada 7 Oktober setelah serangan mematikan Hamas.

Sabtu malam hingga hari Minggu, pemboman hebat dilaporkan terjadi di Khan Younis, Rafah, dan beberapa bagian utara yang menjadi sasaran serangan udara dan darat Israel.

“Ke mana pun Anda pergi, selalu ada anak-anak yang mengalami luka bakar tingkat tiga, luka pecahan peluru, cedera otak, dan patah tulang,” ujar James Elder, juru bicara global UNICEF, mengutip Al Jazeera, Senin, 4 Desember 2023.

“Para ibu menangisi anak-anak yang sepertinya sudah beberapa jam lagi menuju kematian. Saat ini sepertinya seperti zona kematian," lanjutnya. 

Rumah sakit utama di Khan Younis menerima setidaknya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada Minggu pagi akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di bagian timur kota. 

Secara terpisah, jenazah 31 orang yang tewas dalam pemboman Israel di wilayah tengah Jalur Gaza dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di kota Deir el-Balah di Gaza tengah, kata Omar al-Darawi, pegawai administrasi di rumah sakit tersebut.

Di Gaza utara, tim penyelamat dengan sedikit peralatan bergegas pada hari Minggu untuk menggali puing-puing bangunan di kamp pengungsi Jabaliya dan lingkungan lain di Kota Gaza untuk mencari korban selamat dan mayat warga.

Harapan akan adanya gencatan senjata di masa depan pupus pada hari Sabtu ketika Israel mengumumkan penarikan negosiator dari ibu kota Qatar, Doha, dengan mengatakan bahwa perundingan telah menemui jalan buntu.

VIVA Militer: Anak korban sipil Palestina yang tewas dibunuh tentara Israel

Photo :
  • nbcnews.com

Seperti diketahui, Israel mengatakan pihaknya kini berupaya untuk melenyapkan kelompok bersenjata Palestina Hamas, yang melancarkan serangan mematikan di Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menawan lebih dari 240 orang, menurut pihak berwenang Israel.

Sebagai balasan, Israel telah membunuh lebih dari 15.200 warga Palestina dalam serangan Gaza sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.