Kecam Operasi Israel di Rafah, Iran Gertak Israel Akan Hadapi Konsekuensi Serius

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian (Doc: AP Photo)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Taheran – Menteri Luar Negeri Iran pada Senin, 12 Februari 2024, memperingatkan akan adanya konsekuensi yang serius, jika perdana menteri Israel tetap melanjutkan untuk menjalankan operasi udara dan darat di Rafah.

"Memperluas cakupan kejahatan perang dan genosida rezim pendudukan Israel terhadap pengungsi Palestina di Rafah akan berdampak buruk bagi Tel Aviv,” kata Hossein Amir-Abdollahian melalui akun X, dikutip dari ANews, Selasa, 13 Februari 2024.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan tentaranya untuk mengembangkan rencana ganda dalam mengevakuasi warga sipil dari Rafah, rumah bagi lebih dari 1,4 juta penduduk Palestina, yang mencari perlindungan dari perang Hamas-Israel.

Bangunan tempat tinggal di Rafah jadi sasaran gempuran rudal Israel

Photo :
  • AP Photo/Fatima Shbair

Warga Palestina mencari perlindungan di Rafah ketika Israel menggempur wilayah Gaza lainnya sejak 7 Oktober 2023.

Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan lebih dari 28.340 korban dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.

Perang Israel di Gaza juga menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

Dalam keputusan sementara pada bulan Januari, Mahkamah Internasional memerintahkan pemerintah Israel untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.