AS Sumbang Rp989 Triliun ke Ukraina untuk Bantu Perang, Rusia: Kami akan Menang

Menlu Rusia Sergey Lavrov.
Sumber :
  • AP Photo/Vahid Salemi

Rusia – Pada akhir pekan ini, melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Amerika Serikat meloloskan undang-undang untuk bantuan  sekitar $61 miliar atau Rp989 triliun kepada Ukraina untuk mengatasi konflik yang tengah terjadi di Ukraina, di tengah invasi Rusia terhadap negara tersebut.

Angkat bicara, pihak Rusia mengatakan bahwa bantuan anggota parlemen AS tersebut untuk Ukraina menunjukkan bahwa Washington sedang memasuki perang hibrida melawan Moskow yang akan berakhir dengan penghinaan yang setara dengan konflik di Vietnam atau Afghanistan. 

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan undang-undang baru AS tersebut “memperdalam krisis di seluruh dunia”. 

Zelensky disambut Joe Biden saat tiba di AS

Photo :
  • Twitter @POTUS

“Keterlibatan Washington yang semakin dalam dalam perang hibrida melawan Rusia akan berubah menjadi kegagalan besar dan memalukan bagi Amerika Serikat seperti Vietnam dan Afghanistan,” kata Zakharova. 

"Bantuan militer kepada rezim (Kyiv) adalah sponsor langsung terhadap kegiatan teroris,” lanjut Zakharova melalui Telegram, melansir Al Jazeera, Senin, 22 April 2024. 

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Larov juga mengeluarkan pernyataan menyusul paket pendanaan tersebut. "Tentu saja kami akan menang, meskipun dana sebesar $61 miliar yang sebagian besar akan disedot oleh kompleks industri militer Amerika yang tidak pernah terpuaskan. Kekuatan dan kebenaran ada di belakang kita," ujarnya. 

Rusia, katanya, akan memberikan “respons tanpa syarat dan tegas” terhadap langkah AS untuk lebih terlibat dalam perang mereka di Ukraina. 

Direktur Badan Intelijen Pusat AS William Burns pekan lalu memperingatkan bahwa tanpa lebih banyak dukungan militer AS, Ukraina bisa kalah di medan perang, namun dengan dukungan mereka tersebut pasukan Kyiv bisa bertahan tahun ini. 

Tak hanya Ukraina, AS juga memberi bantuan kepada pihak Israel, Taiwan, yang mana ditentang oleh pihak China, dan bantuan kemanusiaan ke beberapa negara termasuk Tahiti dan Sudan. 

VIVA Militer: Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov

Photo :
  • hawarnews.com

Total, secara resmi AS telah meloloskan paket bantuan legislatif senilai $95 miliar atau Rp 1.530 triliun.

Seperti diketahui, invasi besar-besaran Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin ke Ukraina pada tahun 2022 telah memicu dampak terburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962, menurut diplomat Rusia dan AS.