Tanggapan Kemlu soal Heboh Surat Permintaan Fasilitas

Arrmanatha Nassir, Juru Bicara Kemlu RI.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rebecca Reiffi Georgina

VIVA.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) angkat bicara soal beredarnya surat permintaan fasilitas transportasi dan akomodasi di Australia untuk seorang pria bernama Wahyu Dewanto dari Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nassir mengatakan, perwakilan RI di Sydney sudah memiliki prosedur tetap (protap) baku terkait pengaturan dan fasilitas bagi delegasi atau tamu dinas.

"Selama kunjungan itu resmi atau dinas dan ada instruksi Kemlu akan dilaksanakan sesuai protap. Dalam hal ini tidak ada instruksi dari Kemlu," kata Arrmanatha, Kamis, 31 Maret 2016, ketika dihubungi VIVA.co.id melalui pesan singkat.

Sementara itu Konsulat Jenderal KJRI di Sydney Yayan Mulyana mengatakan, selama di Sydney, kolega Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, yakni Wahyu Dewanto, sudah mengatur sendiri baik akomodasi maupun program kunjungannya.
 
"KJRI Sydney sebagai salah satu perwakilan RI di luar negeri telah memiliki protap atau SOP dalam memberikan pelayanan kepada tamu serta WNI yang memerlukan bantuan. Protap pelayanan tamu mencakup antara lain bantuan keprotokolan, seperti fasilitasi di bandara. Bantuan keprotokolan ini dilakukan sesuai asas kepatutan serta memperhatikan ketentuan yang berlaku di negara setempat," kata Yayan ketika dihubungi VIVA.co.id, malam ini.
 
Dia menjelaskan, protap pelayanan WNI yang memerlukan bantuan dan dalam kesulitan dilakukan dengan prinsip keberpihakan. "Pelayanan dan perlindungan terhadap WNI dilakukan sesuai dengan asas urgensi demi keselamatan dan kemaslahatan WNI tersebut," ucap dia.