Strategi Korea Gaet Turis Asal Indonesia

Salah satu Festival Korea di Jakarta. Bulan Oktober, acara serupa akan kembali digelar.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rebecca Reifi Georgina

VIVA.co.id - Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta bersama Korea Tourism Organization (KTO) kembali mengadakan "Korea Festival" pada 8-10 April 2016 sebagai bagian dari upaya mendekatkan Korsel dengan masyarakat Indonesia.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Cho Tae Yong, mengatakan, selama ini masyarakat Korea menyayangi warga Indonesia dan ingin mengajak warga Indonesia untuk bisa bersama merasakan budayanya.

"Di Korea saat ini sedang musim semi. Dalam festival kali ini, kami mempersembahkan suasana musim semi di sini," kata Tae Yong, di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Jumat, 8 April 2016.

Mengangkat tema festival musim semi, Korea Festival menjadi salah satu wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih dalam mengenai budaya dan pariwisata Negeri Ginseng.

Pada kesempatan yang sama, Director Overseas Department KTO, Kim Jin Hwal, mengatakan Korea Festival terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu Enjoy Korea dan Experience Korea.

Enjoy Korea akan diisi dengan pertunjukan Nonverbal Performance, Sachoom, The Painters Hero, atraksi Taekwondo, kompetisi K-Pop Cover Dance dan kompetisi seni memahat es (ice craving).

Sedangkan Experience Korea memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk dapat menikmati indahnya musim semi di Korea secara langsung dengan pembelian paket wisata.

"Saya sudah melihat seperti apa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Korea. Oleh karena itu, dalam festival ini kami datangkan langsung pengisi acara dari negeri kami, khusus memperkenalkan budaya Korea," kata Jin Hwal.

Melalui program "Visit Korea 2016-2018", lanjut Jun Hwal, warga Indonesia diajak datang melihat beragam program terbaik, yang tersedia bagi wisatawan asing mulai dari fasilitas bandara, transportasi, hotel hingga kesempatan berbelanja bersama dengan bintang ternama Korea.

"Kami menargetkan wisatawan asing yang datang ke Korea hingga tiga tahun ke depan mencapai 20 juta orang," ungkapnya.