Presiden Filipina dan Gereja Katolik 'Memanas'

Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte ingin memberantas peredaran narkoba.
Sumber :
  • REUTERS/Romeo Ranoco

VIVA.co.id – Presiden Filipina yang baru, Rodrigo Duterte, menuduh gereja Katolik munafik. Tuduhan itu disampaikan setelah para uskup yang sebelumnya mengkritik kampanye Duterte, kini malah meminta bantuan dari pemerintahannya.

Duterte yang terpilih pada tanggal 9 Mei kemarin sempat menyebabkan kemarahan di hirarki Katolik pada bulan Desember setelah membuat pidato yang bertele-tele dan berunsur kata-kata cabul terhadap Paus.

"Anda anak pelacur, apa Anda tidak malu? Anda meminta banyak bantuan bahkan dari saya. Anda tahu apa lembaga yang paling munafik? Gereja Katolik," katanya, seperti dilansir dari laman The Guardian, Senin, 23 Mei 2016.

Tidak hanya itu, ia juga menuduh para uskup meminta uang dari pemerintah, dan mengatakan itu bentuk lain dari korupsi. Duterte mengatakan gereja telah menentang pemilihannya tetapi hal itu malah menjadi referendum, menunjukkan dia lebih berpengaruh. "Lihatlah, apakah Anda bisa menghentikan saya?" ujar dia.

Uskup Filipina telah "menyerbu" Duterte karena memanggil Paus "anak dari pelacur" dan karena ia bercanda mengenai seorang perempuan misionaris Australia yang diperkosa dan dibunuh dalam kerusuhan penjara pada tahun 1989. Gereja Katolik juga menentang rencana Duterte yang ingin menerapkan hukuman mati.

Walaupun sudah dibaptis Katolik, namun penasihat spiritual Duterte adalah Apollo Quiboloy, ketua dari Kingdom of Jesus Christ, sebuah kelompok non-Katolik di Davao.