Sukses di Suriah, Prajurit Rusia Diberi Penghargaan

Pemerintah Rusia mengirimkan rudal s-400 ke Pangkalan Militer Hmeimim, Suriah.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Pemerintah Rusia telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR (Duma)RUU itu memungkinkan prajurit militer, yang memiliki spesialisasi dan terlibat dalam operasi melawan teroris ISIS di Suriah, menerima manfaat yang sama dengan para veteran perang.

Menurut sumber di pemerintah Rusia, seperti dikutip dari situs Russia Today, Kamis, 26 Mei 2016, draf perintah penghargaan dengan status veteran tempur ini diperuntukkan bagi prajurit Rusia yang bertugas mengemban misi khusus di wilayah Suriah, baik bertugas penuh maupun berhenti bekerja sebelum masa baktinya karena keadaan khusus.

"Ini menjadi angin segar bagi para prajurit Rusia yang bertugas di Suriah. Ini juga sebagai penghormatan negara untuk mereka," kata sumber yang tidak disebutkan identitasnya ini.

Seperti diketahui, saat ini aturan hukum di Rusia menawarkan veteran perang manfaat lebih, seperti pensiun tambahan, perumahan gratis, diskon pembayaran untuk layanan komunal, serta manfaat yang signifikan dalam kepemilikan tanah dan pajak real estate.

Apabila RUU ini lolos disahkan menjadi UU maka Rusia harus mengeluarkan anggaran sebesar 968 juta rubel (US$14,7 juta / Rp194 miliar) dengan sumber pendanaan berasal dari Departemen Pertahanan dan Keamanan Federal Rusia.

Angkatan Udara Rusia terlibat dalam operasi militer di Suriah untuk memerangi ISIS selama lima bulan, dari 30 September 2015 hingga 27 Februari 2016. Pada awal pekan ini, Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, Evgeny Lukyanov mengatakan bahwa militer Rusia dan Suriah berhasil menewaskan lebih dari 28 ribu anggota ISIS.

Sementara, koalisi internasional pimpinan AS telah menewaskan sekitar 5.000 pejuang militan itu dalam dua tahun. Lukyanov juga mengingatkan wartawan tentang tujuan utama dari operasi, yaitu untuk memaksa pemerintah Suriah dan oposisi untuk memulai dialog perdamaian.