Rusia Berharap Indonesia Kembali Borong Alutsista

Presiden RI Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia, 19 Mei 2016.
Sumber :
  • REUTERS/Sergei Karpukhin

VIVA.co.id – Pertemuan Jokowi dan Putin membahas masalah spesifik, termasuk kerja sama bidang pertahanan. Rusia berharap banyak tindak lanjut Indonesia dari pertemuan tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikail Y Galuzin, mengaku pihaknya berharap Indonesia akan kembali belanja alutsista pada Rusia. Sebelumnya, Indonesia pernah membeli senjata dan peralatan militer seperti tank dan pesawat tempur.

"Kami harap ada pembelian alutsista lainnya di lain kesempatan," kata Galuzin mengacu pada hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Ia menjelaskan, pada saat pertemuan keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sejumlah sektor termasuk bidang pertahanan. Ada pemahaman, kata dia, untuk terus meningkatkan kerja sama pada area keamanan.

"Kemudian adanya kesepakatan perlawanan terhadap terorisme. Lalu adanya kerja sama misalnya dengan pelatihan pejabat keamanan Indonesia oleh Rusia, itu salah satu bentuk kerja sama kedua negara. Juga akan ada kerja sama pertukaran informasi intelijen," kata Galuzin, Senin, 30 Mei 2016 di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan.

Dikutip dari kantor berita resmi pemerintah Rusia, TASS, usai melakukan pertemuan bilateral, Presiden Jokowi mengungkapkan kedua kepala negara sepakat untuk berkonsolidasi memperkuat hubungan dalam teknologi pertahanan.

"Kami mencari peluang untuk bekerja sama dalam pelatihan pasukan khusus untuk melawan ancaman dan tantangan terorisme. Kami mencapai perjanjian untuk pertukaran data intelijen dan perkembangan kontak antar agensi keamanan internasional lainnya, kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin  melakukan pertemuan bilateral sebelum menghadiri Rusia-ASEAN Summit yang diadakan di Sochi, Rusia, tanggal 19 Mei 2016 lalu