PM Hungaria Minta Uni Eropa Dengarkan Suara Anggota

Bendera Uni Eropa
Sumber :
  • REUTERS/Katarina Stoltz/File

VIVA.co.id – Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa menimbulkan gejolak di Uni Eropa. Desakan reformasi dan permintaan agar blok negara maju itu mendengarkan suara anggotanya mulai menguat.

Perdana Menteri Hungaria Victor Orban meminta Brussels untuk mendengarkan suara rakyat Eropa dan memberi jawaban yang tepat pada beberapa isu sensitif, termasuk masalah imigran.

Menurut PM Hungaria, isu imigrasi adalah salah satu kunci yang menonjol dalam perdebatan soal referendum Inggris. "Brussels harus mendengarkan suara anggotanya. Ini adalah pelajaran besar dari keputusan mereka," ujar Orban, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 24 Juni 2016.

Orban mengatakan, warga Inggris tak puas dengan kebijakan Uni Eropa soal imigran. "Mengapa Hungaria tetap berada di Uni Eropa? Karena kami percaya pada Eropa yang kuat," katanya. "Namun, kekuatan Eropa bisa terus bertahan jika memberikan jawaban yang tepat pada isu utama seperti imigrasi, yang akan menguatkan Eropa, bukan malah melemahkannya. Dan Uni Eropa gagal menjawab masalah ini," ujarnya.

Ia beranggapan, mayoritas rakyat Inggris menganggap jawaban Uni Eropa soal krisis imigran adalah salah satu hal yang akan melemahkan Uni Eropa. Orban menambahkan, negara-negara visegrad (Hungaria, Chechnya, Polandia, dan Slovakia) akan segera melakukan pertemuan untuk mendiskusikan hasil referendum Inggris.