Soal Laut China Selatan, Duterte Ogah Komentar

Scarborough Shoal, salah satu wilayah sengketa di Laut China Selatan.
Sumber :
  • REUTERS/Planet Labs/Handout via Reuters

VIVA.co.id – Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa dia tidak akan membuat pernyataan apa pun soal sengketa di Barat Laut Filipina dengan China. Aksi irit komentar itu akan berlangsung hingga Pengadilan Arbitrase Internasional PBB di Den Haag, Belanda, mengeluarkan keputusan resmi soal sengketa wilayah tersebut.

Kedua negara bersengketa atas Scarborough Shoal, yaitu kepulauan kecil yang terletak di Laut China Selatan. Sejak 2012, kepulauan itu "disita" militer dari Negeri Tirai Bambu.

Sementara, hingga kini, PBB belum mengeluarkan keputusan mengenai masalah sengketa ini.

"Soal itu (Barat Laut Filipina) saya 'no comment'. Saya akan berbicara setelah keputusan arbitrase keluar. Sekarang tinggal tunggu saja," kata Duterte, seperti dikutip situs Philstar, Senin, 27 Juni 2016.

Selain itu, ia akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemangku kepentingan lainnya di pemerintahan, khususnya militer, sebelum mengambil langkah-langkah ke depan.

Filipina adalah negara pertama untuk menentang sembilan garis putus-putus China atas wilayah sengketa. Sebagai bentuk protes, Filipina lalu melaporkan masalah ini ke PBB.

Kendati demikian, China tetap menolak untuk berpartisipasi dalam proses yang melibatkan PBB, dan menekankan bahwa mereka tidak akan menerima putusan pengadilan internasional tersebut.

(ren)