Pengusaha Wanita AS Ditahan China Atas Tuduhan Spionase

Bendera AS dan China
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Seorang pengusaha wanita asal Amerika dijatuhi tuduhan spionase atau mata-mata oleh pemerintah China. Hal itu dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri China, Selasa, 30 Agustus 2016.

Dilansir Reuters, Rabu, 31 Agustus 2016, Sandy Phan-Gillis, dari Houston, Texas, telah ditangkap oleh otoritas China sejak Maret 2015. Wanita yang merupakan keturunan China dan warga naturalisasi AS telah ditahan tanpa tuduhan selama satu tahun.

"Berdasarkan penyelidikan kami, Phan-Gillis, ditahan atas tuduhan spionase dan akan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku di China. China merupakan negara yang diatur oleh hukum sehingga kami akan menangani kasus ini secara ketat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dilansir dari Reuters.

Menanggapi hal ini, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Amerika sangat prihatin mengenai nasib Phan-Gillis dan telah berulang kali mendesak China untuk memberikan akses kekonsuleran kepadanya.

"Kami mendesak pihak berwenang China untuk memberikan keterangan alasan penahanan Phan-Gillis," kata pejabat itu.

Sebelumnya, Phan-Gillis menuliskan dalam sebuah surat bahwa penahanannya tidak berdasar dan semata karena unsur politik. Ia mengunjungi China sebagai delegasi perdagangan dari Houston dan ditahan ketika menyeberang dari selatan kota Zhuhai ke Macau.

Berita tentang penahanan Phan-Gills ini kembali menyeruak menjelang kunjungan Presiden Barack Obama ke China untuk menghadiri KTT G20 di Hangzhou. Obama dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping pada Sabtu esok.