Gempa di Jepang Rusak Ratusan Rumah

Atap sebuah rumah rusak akibat gempa di Jepang, Jumat, 21 Oktober 2016.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Gempa yang mengguncang kota Kurayoshi, Prefektur Tottori, Pulau Honshu pada Jumat sore, ternyata membawa kerusakan berarti. Gempa dengan kekuatan 6,6 Skala Richter itu merusak ratusan rumah.

Gempa ini adalah gempa susulan. Gempa sebelumnya (foreshocks) terjadi dua jam sebelumnya dengan kekuatan 4,1 SR. Gempa susulan (mainshocks) dikabarkan sangat kuat. Selain merusak rumah, gempa ini juga menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik, sehingga aliran listrik untuk 40 ribu rumah terputus. Guncangan dirasakan dalam wilayah luas di hampir seluruh Pulau Honshu bagian barat, termasuk Kota Osaka dan Hiroshima.

Beberapa kota yang berpotensi mengalami kerusakan, karena dampak gempa dalam skala intensitas IV SIG BMKG (VII-VIII MMI) adalah Kurayoshi, Hojo, Yurihama, Agei, Togo, Daiei, Homan, dan Yakota.

Menurut Daryono, kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, hingga pagi ini laporan sementara menunjukkan dampak gempa bumi tersebut menimbulkan kerusakan pada beberapa banguan rumah, 20 orang mengalami luka-luka, dan 2.980 warga dievakuasi, karena khawatir akan terjadinya gempa bumi yang lebih besar.

"Hasil analisis BMKG, menunjukkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 35,51 LU dan 133,95 BT. Sementara itu, menurut USGS terletak pada koordinat 35.35 LU dan 133.80 BT, tepatnya di darat, berjarak delapan kilometer arah barat Kota Kurayoshi dengan kedalaman hiposenter 10 km," ujar Daryono, melalui siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Melalui pernyataan pers tersebut, Daryono menyampaikan, ada perbedeaan lokasi episenter antara BMKG RI dengan USGS Amerika Serikat. Adanya perbedaan lokasi episenter antara BMKG dan USGS ini, karena dalam melakukan analisis BMKG tidak menggunakan data dari wilayah Jepang dan sekitarnya.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya yang dangkal, tampak bahwa gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Sehingga, gempa bumi ini dapat disebut sebagai gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini menimbulkan penyesaran/patahan mendatar. Berdasarkan parameter sesar ini dapat diinterpretasi adanya sebuah struktur sesar aktif berarah utara-selatan dengan pergerakan mengiri (left-lateral) di pesisir Kurayoshi.

Berdasarkan catatan sejarah kegempaan Jepang menunjukkan bahwa di sebelah barat zona gempa Kurayoshi saat ini, pada 10 September 1943 pernah terjadi gempa bumi kuat. Gempa bumi Tottori 1943 (M=7,0) yang merusak dan mematikan ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Tercatat, lebih dari 1.000 orang meninggal dan merusak lebih dari 7.500 rumah akibat gempa bumi ini. (asp)