Perompak Somalia Akhirnya Bebaskan Pelaut Indonesia

Perompak Somalia
Sumber :
  • www.marinecorpstimes.com

VIVA.co.id – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membenarkan anak buah kapal pembebasan warga negara Indonesia oleh perompak Somalia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya sudah menangani masalah ini beberapa hari terakhir di lapangan.

"Besok (Senin) pagi, Ibu Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan memberikan keterangan terkait kondisi terkini WNI yang dibebaskan," kata Iqbal, di Jakarta, Minggu malam, 23 Oktober 2016.

Mengutip situs Reuters, pada Minggu, perompak Somalia telah membebaskan 26 sandera setelah empat tahun ditahan.

Puluhan sandera dibebaskan berada di sebuah kapal dibajak dekat Seychelles, wilayah Samudera Hindia, sejak Maret 2012.

Dari 29 anggota awak yang ditahan, satu orang meninggal dunia selama pembajakan, serta dua lainnya meninggal dunia karena penyakit akibat bekas tembakan di kakinya serta menderita diabetes.

Seluruh sandera berasal dari Kamboja, Cina, Indonesia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

"Mereka bekerja di kapal ikan Naham 3 yang berbendera Oman ketika disergap. Saat ini, seluruh awak bermalam di Galkayo. Mereka akan tiba di (ibu kota Kenya) Nairobi besok pukul 18.30 waktu setempat," kata John Steed, East Africa Region Manager for the Oceans Beyond Piracy Group.

Sementara, Walikota Galkayo, Hirsi Yusuf Barre, di Somalia Utara, mengatakan kru dipastikan tiba di Kenya pada Sabtu sore.

"Mereka (para kru) tidak mengatakan apakah bebas karena uang tebusan," kata Yusuf Barre.

Para pelaut ditahan di Dabagala dekat kota Harardheere sekitar 400 km (250 mil) timur laut dari ibu kota Mogadishu. Harardheere dikenal sebagai basis bajak laut utama Somalia pada puncak krisis.