Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Riset dan Teknologi

Para petani memotong padi saat panen raya serentak beberapa waktu silam di Buloh Beureughang, Kuta Makmur.
Sumber :
  • ANTARA/Rahmad

VIVA.co.id – The Australian Commonwealth and Scientific Industrial Research Organization (CSIRO) bersama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk kolaborasi di bidang riset dan teknologi.

Bersamaan dengan MoU, sebuah perjanjian Pengaturan Pelaksanaan juga telah ditandatangani untuk program Applied Research and Innovation Systems in Agriculture (ARISA), sebuah program yang diimplementasikan oleh CSIRO dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Program ARISA dirancang untuk membantu petani kecil di Indonesia Timur meningkatkan pendapatan mereka setidaknya 30 persen, melalui berbagai inovasi. Penandatanganan diwakili oleh delegasi Australia yang sedang berkunjung, yang dipimpin oleh Dr. Andrew Ash dan Direktur Jenderal untuk Inovasi Dr. Jumain Appe.
 
Ruang lingkup MoU antara Direktorat Jenderal Inovasi dan CSIRO mencakup kolaborasi proyek dan program yang dapat memperkuat inovasi, seperti mempromosikan penelitian dan bisnis kemitraan pada sektor publik dan swasta, kontribusi pada perdebatan dan fakta-fakta bagi para pembuat kebijakan.

Pengembangan dan penguatan unit intermediasi, pendidikan, pelatihan dan partisipasi dalam program kerja sama ilmiah dan teknologi tetap atau pun dalam bentuk lain, yang dapat diputuskan secara bersama-sama oleh kedua pihak.
 
"Australia bangga dapat bermitra dengan Indonesia dalam mengembangkan inovasi berteknologi. Mereka berada di garis depan inovasi global dan berharap dapat tumbuh bersama dengan Indonesia. Kolaborasi diakui merupakan kunci dalam memajukan masyarakat kita melalui inovasi," tulis keterangan pers Kedubes Australia kepada VIVA.co.id, Rabu, 23 November 2016.
 
Melalui kerja sama dengan CSIRO di bawah MoU dan Pengaturan Pelaksanaan, Indonesia dapat mengembangkan kapasitas dengan memperkuat inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan.

"Kami ingin memanfaatkan keahlian Australia dan membangun kemitraan yang setara melalui kolaborasi bersama untuk mempelajari praktik terbaik dan melakukan proyek bersama. Tahun ini akan menandai langkah pertama dari apa yang kami harapkan dapat menjadi kolaborasi bilateral jangka panjang dan menghasilkan dalam ilmu pengetahuan dan inovasi," ungkapnya.