Pakistan Tutup Perbatasan Paska Ledakan Bom di Kuil Sufi

Kuil Sufi Lal Shahbaz Qalandar, Provinsi Sindh, Pakistan.
Sumber :
  • REUTERS/Akhtar Soomro

VIVA.co.id – Pakistan telah menutup dua wilayah perbatasan dengan Afghanistan dan menuntut mereka mengambil tindakan tegas terhadap 76 'teroris' yang diduga bersembunyi di sana.

Serangan bom bunuh diri di Kuil Sufi Lal Shahbaz Qalandar, Sehwan, Provinsi Sindh, Pakistan, ini adalah serangan terburuk sejak 2014. Kelompok Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan besar itu.

Menurut Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, korban tewas bertambah menjadi 88 orang dan 200 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Kamis malam, 16 Februari lalu.

Sebelumnya, 72 orang tewas dan sekitar 15 lainnya terkena luka bakar, di mana terdapat perempuan serta anak-anak yang menjadi korban.

"Kami ingin menyampaikan pesan kepada Afghanistan agar mengambil tindakan cepat terhadap 76 orang yang diidentifikasi sebagai teroris yang bersembunyi di wilayah perbatasan serta mengganggu keamanan Pakistan," kata Asif, seperti dikutip situs Aljazeera, Jumat, 17 Februari 2017.

Selain itu, ia juga mengatakan, Pasukan Khusus Pakistan, Special Service Group (SSG), telah menyergap persembunyian yang merupakan markas dan membunuh 39 teroris tidak lama setelah serangan bom bunuh diri kuil sufi.

Menurut Asif, ke-39 teroris ini berkaitan dengan 76 orang yang bersembunyi di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan. Kuil ini merupakan bangunan bersejarah yang didirikan pada 1356 silam.

Di dalam kuil tersebut terdapat makam Syed Muhammad Usman Marwandi, penyair sufi yang lebih dikenal sebagai Lal Shahbaz Qalandar, salah satu tokoh yang disucikan dan paling dihormati di Pakistan.