Kisah Perempuan Muslim Amerika Latin Jadi Pilot Tempur

Ilustrasi pesawat tempur.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Angkatan Udara Ekuador memiliki pilot tempur perempuan Muslim pertama bernama Maybelline Thoraya Boraei Alvarez (25).

Alvarez memiliki ayah keturunan Mesir bernama Muhammad Boraei, yang sebelumnya telah mengabdikan diri di Angkatan Udara Ekuador selama beberapa tahun.

Sementara ibunya, Martha Alvarez dan saudaranya, Muhammad Soliman serta Marilyn Phatma, juga berasal dari keluarga Muslim.

Ia pantas berbangga, karena tidak hanya Ekuador, namun Alvarez adalah perempuan Muslim pertama yang bekerja sebagai pilot tempur angkatan udara di negara Amerika Latin.

"Sebagai seorang Muslim, saya bangga bekerja sebagai pilot tempur. Sebelumnya, tidak pernah ada pilot perempuan Muslim di negara Amerika Latin," kata Alvarez, seperti dikutip situs Anadolu Agency, Jumat, 24 Maret 2017.

Ia pun bercerita, awalnya melamar di AU Ekuador. Ketika pertama kali ikut seleksi dan mengaku bahwa dirinya Muslim, panitia seleksi cukup terkejut dan sedikit khawatir.

"Mereka kaget. Lalu saya berpikir, oke, iman saya lebih penting daripada tujuan saya (sebagai pilot tempur). Jika saya tidak diterima maka saya akan mengejar 'jalan lain'. Tapi akhirnya mereka akhirnya menerima saya," paparnya.

Sulit makan dan salat

Saat mengikuti pendidikan calon pilot tempur, Alvarez cerita kepada teman-temannya kalau dirinya seorang Muslim. Mereka pun menghormati keyakinan Alvarez.

"Yang membuat saya bangga lagi bahwa beberapa teman saya telah mulai mempelajari Islam," ungkap dia. Meski begitu, ia mengaku punya beberapa tantangan di tempat kerjanya.

Misalnya, selama beberapa hari Alvarez hanya minum air saja karena makanan yang disajikan tidak halal, dan tidak ada waktu untuk salat. "Aku sadar dan harus bersabar dalam menghadapinya. Karena, aku percaya sebagai perempuan Muslim aku harus berhasil," katanya.

Selama itu pula, Alvarez mengaku berat badannya turun hingga 10 kilogram. Dan, hal ini menjadi kekhawatiran dari atasannya. "Mereka menemukan solusi. Saya ditawari menu makanan berbeda, karena selama ini menu yang disajikan tidak halal," tutur dia.

Tak hanya itu, mereka memberikan jadwal khusus agar saya bisa salat lima waktu. Ketika ditanya tujuan ke depannya akan seperti apa, jawaban Alvarez cukup tegas. "Cita-cita saya ingin menjadi menteri pertahanan Ekuador," jawabnya lantang. (art)