Pria Dibakar di Tengah Demonstrasi Venezuela

Situasi di salah satu sudut Venezuela saat terjadi demonstrasi.
Sumber :
  • Reuters/Eduardo Ramirez

VIVA.co.id – Tujuh pekan penuh demonstrasi di Venezuela meninggalkan catatan sendiri bagi fotografer Marco Bello. Ia menyaksikan berbagai tragedi kekerasan yang terjadi, termasuk saat seorang pemuda dibakar di muka umum.

Sejak berbulan-bulan lamanya, aksi demonstrasi kerap terjadi di Venezuela. Massa anti-pemerintah terus turun ke jalan dan meminta Nicolas Maduro mundur dari jabatannya sebagai Presiden Venezuela, karena dianggap gagal membawa negara keluar dari goncangan ekonomi dan politik.

Tapi, selama tujuh pekan terakhir, intensitas demonstrasi meningkat. Nyaris setiap hari terjadi demonstrasi.

Senin, 22 Mei 2017, Marco Bello merekam adegan mengerikan saat ia menyaksikan langsung seorang pemuda dibakar di depan matanya di Caracas timur. "Saat melihat seorang pria berlari di depan saya. Di belakangnya kelompok pemrotes pemerintah mengejar," ujar Bello seperti dikutip dari Reuters, Selasa 23 Mei 2017.

"Saya mengikuti mereka, dan sekitar 100 meter di jalan, para pemrotes menangkap orang itu serta mengelilinginya. Ketika saya berjalan dan melewati lingkaran orang untuk mengambil gambar, saya melihat seseorang telah menuangkan bensin ke atas orang itu dan membuatnya terbakar," tuturnya.

Belakangan pria itu diidentifikasi sebagai Orlando Figuera, berusia 21 tahun. Sebagian orang mengatakan, ia dikejar karena pro-pemerintah, sedangkan lainnya mengatakan ia adalah pencuri. Meski mengalami luka bakar parah, Orlando akhirnya berhasil diselamatkan.

Kelompok pemantau HAM di Venezuela mengatakan, selama terjadi demonstrasi, nyaris setiap tiga hari satu orang terbunuh.

"Suatu hari beberapa minggu yang lalu, saya melihat sebuah kendaraan lapis baja melintas di atas seorang pemuda, lalu seorang pria yang terpapar api dari sepeda motor yang terbakar,” ujarnya.

“Beberapa saat kemudian, saya melihat seorang ibu memegang gadis kecilnya untuk melindunginya dari gas air mata dan berlari. Hari itu sangat berat, terutama ketika saya melihat gadis itu. Saya memiliki anak perempuan berusia empat setengah tahun," dia berkisah.

Marco mengaku saat merekam gambar, ia berkonsentrasi memperhatikan hal teknis. "Massa begitu gila. Anda tak akan bisa berunding dengan mereka," ia menambahkan. Ia mengaku akan tetap memotret, karena apa yang terjadi saat ini, baginya adalah hal yang sangat penting dalam sejarah Venezuela.