Saudi Sebut Iran Hambat Investigasi Penyerangan Kedubes Arab

Suasana saat demonstran kepung Kedubes Arab Saudi di Teheran, Iran pada 2016.
Sumber :
  • Twitter/@ianbremmer

VIVA.co.id – Arab Saudi tak terima atas sikap Iran yang dianggap telah menghalang-halangi investigasi pembakaran Kedubes Arab Saudi di Teheran, Iran dan perusakan Konjennya di Masyhad yang terjadi pada Januari 2016. Melalui rilis Kedubes Arab Saudi di Jakarta, disebutkan bahwa Iran sengaja menunda dan akhirnya tak mau menerima tim penyelidikan dari Arab Saudi.

"Hal ini dilakukan supaya pihak Arab Saudi juga dapat mengikuti proses dan mengetahui hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang Iran," dikutip dari rilis tersebut, Jumat 4 Agustus 2017.

Arab Saudi mengatakan, awalnya Iran sudah menyetujui agar tim dari Arab Saudi mendapatkan akses masuk ke kantor Kedubes Arab Saudi dan Konjen di Masyhad. Catatannya, mereka tetap didampingi pihak Iran.

"Pihak Arab Saudi terus memantau perkembangan kasus ini, namun Iran terus menundanya hingga akhirnya mereka meminta untuk dijadwalkan kembali kedatangan tim Arab Saudi ke Iran," tulis pernyataan Arab Saudi.

Kedatangan tim dari Arab Saudi yang sedianya pada 25-29 Desember 2016 itu lalu dijadwalkan ulang pada 3 Juli 2017. Namun, Arab Saudi sangat menyesalkan pada saat timnya sudah bertolak ke Teheran, mereka malah dilarang untuk mendarat dengan alasan permasalahan izin pendaratan.

Iran juga disebutkan mengaitkan pelarangan pendaratan ini dengan masalah visa tim Iran yang akan mengunjungi kedutaan mereka di Arab Saudi dan visa penyelenggara haji Iran.

Arab Saudi mengecam tidak transparannya Iran dan dugaan pemerintah negara itu memang bermaksud menghalang-halangi penyelidikan atas insiden di kedutaannya.