Sejarah Kerja Sama Pertahanan RI-Guinea Bissau Diteken

Kerja sama pertahanan Indonesia-Guinea-Bissau
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dinia Adrianjara

VIVA.co.id – Pemerintah Indonesia dan Republik Guinea-Bissau mencetak sejarah baru dengan adanya kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah Letter of Intent (LOI) oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu dengan Menteri Pertahanan Guinea-Bissau, Eduardo Costa Sanha.

Untuk menghadapi perkembangan politik dan geostrategi di tingkat global dan regional yang semakin kompleks, Indonesia menilai penting memperkuat kerja sama pertahanan dengan berbagai negara termasuk dengan Guinea-Bissau.

Dengan penandatanganan naskah LOI ini diharapkan ke depannya kerja sama dapat ditingkatkan dengan kerja sama yang lebih konkret melalui payung hukum semacam MoU.

Penandatanganan LOI akan ditindaklanjuti dengan pembentukan joint working group untuk memilah dan menilai kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan secara konkret dan bersifat mengikat untuk kedua pihak.

Menhan RI juga akan menugaskan perwira tinggi Kemenhan untuk berkunjung ke Guinea-Bissau guna membahas teknis kerja sama ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Guinea-Bissau Jenderal Umaro Sissoko Embalo juga menyatakan adanya dukungan penuh terkait dengan kerja sama pertahanan ini.

Perdana Menteri Embalo juga terbuka untuk membangun kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang selain bidang pertahanan.

Sementara itu, dalam pertemuan business-to-business yang dihadiri oleh delegasi bisnis RI, telah dicatat permintaan Guinea-Bissau yang menginginkan bantuan teknis berupa pelatihan keterampilan di sektor pertanian, peternakan, perkebunan kacang mete dan industri pariwisata.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat Kemhan antara lain Direktur Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan Dr Sutrimo Sumarlan, Direktur Kerja Sama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkersin Ditjen Strahan) Kemhan Brigjen Rizerius Eko.

Selain itu, Menhan RI juga didampingi pimpinan industri pertahanan dalam negeri yakni Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh dan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose.