Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Sempat Diduga Bunuh Diri, Mahasiswi Ternyata Digantung Kekasihnya

Jumat, 14 Agustus 2020 | 14:25 WIB
Foto :
  • VIVA/Zulfikar Husein
Konpers kasus pembunuhan mahasiswi Unram

VIVA – Polresta Mataram akhirnya berhasil mengungkap kematian Linda Novita Sari (23) mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Mataram (Unram). Pelakunya tidak lain adalah kekasih Linda berinisial RPN alias Rio (22). Rio diduga membunuh Linda saat terlibat percekcokan.

Awalnya Linda sempat diduga gantung diri. Jenazahnya ditemukan tergantung di sebuah perumahan BTN Royal di Kota Mataram pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Baca Juga

Bahkan, keluarga sempat merelakan kematian korban dengan tidak melakukan autopsi. Jenazah langsung dikuburkan keesokan harinya.

Namun, beberapa hari berselang muncul kejanggalan saat pihak keluarga memandikan jenazah. Ditemukan beberapa luka lebam di sekitar ketiak korban.

Pihak keluarga dan tim pengacara kemudian menandatangani surat pembatalan penolakan autopsi. Jenazah Linda kemudian diautopsi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain Senin, 3 Agustus 2020. 

Hasil autopsi menunjukkan beberapa luka yang diduga akibat kekerasan. Polisi kemudian melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka yaitu kekasihnya Rio.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol. Artanto dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Mataram, Jumat, 14 Agustus 2020, mengungkapkan motif pelaku menghabisi nyawa Linda.

"Kasus ini terungkap tak lepas dari kerja keras penyidik kepolisian. Tak kurang 23 orang saksi yang sudah diperiksa. Kemudian juga meneruskan permintaan keluarga korban dengan melakukan autopsi," kata Artanto.

"Petugas dan tim forensik membongkar kuburan Linda di TPU Karang Medain hari Senin, 3 Agustus 2020. Dari keterangan saksi dan ditambah sejumlah alat bukti yang didapatkan petugas, Rio ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Linda," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kronologi kejadian bermula saat pelaku bertemu korban di BTN Royal pada Kamis, 23 Juli 2020 sekitar pukul 17.00 Wita. Keduanya sempat berbicara panjang lebar. 

Pertengkaran mulai timbul setelah pelaku meminta izin untuk pergi ke Bali selama dua hari. Tapi, tidak diizinkan oleh korban. Seketika terjadi adu mulut antara keduanya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler