Fenomena Hujan disertai Kilat Jakarta, BMKG Ungkap Penyebab

Jakarta diguyur hujan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA – Belakangan, terjadi peralihan cuaca di Jakarta yang diwarnai dengan fenomena hujan lebat disertai kilat dan petir. 

Kepala Subdit Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Harry Tirto mengatakan, hujan lebat disertai kilat maupun petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba. Hal itu bisa terjadi pada peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

“April ini mulai memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, BMKG mengimbau indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat dan petir dan angin kencang secara tiba-tiba dan berdurasi singkat,” ujar Harry saat dihubungi VIVA pada Senin, 2 April 2018.

Harry menjelaskan, ada beberapa indikasi terjadinya hujan petir di Jakarta. Salah satunya adalah sehari sebelumnya, udara pada malam hari hingga pagi hari akan terasa lebih panas dan cenderung gerah.

“Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00,  lebih dari 4.5 derajat Celcius disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb lebih dari 60 persen,” kata Harry.  

Oleh karena itu, yang pertama kali akan turun adalah hujan deras yang tiba-tiba. Namun bila turun gerimis, akan disertai angin kencang. Akan terlihat pula awan cumulus pada pagi hari yaitu angin putih berlapis-lapis serta awan berwarna abu-abu yang bentuknya terlihat menyerupai bunga kol.  

“BMKG mengimbau, jika satu  sampai tiga hari berturut -turut tidak ada hujan pada musim transisi, pancaroba, penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,” lanjutnya.

Laporan: Gadis Neka Osika