Kebanggaan John Kei, Anaknya Lulus Cumlaude di Trisakti

John Refra Kei.
Sumber :
  • Tangkapan layar

VIVA – John Refra Kei alias John Kei kembali ditangkap aparat Polda Metro Jaya di kediamannya Perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat bersama 24 anak buahnya pada Minggu, 21 Juni 2020.

Diduga, John Kei terlibat dalam aksi penyerangan di Perumahan Green Lake Cluster Australia, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang yang sempat viral pada Minggu, 21 Juni 2020. Akhirnya, John Kei bersama gengnya ditetapkan tersangka.

Mereka dijerat pasal berlapis atas penyerangan terhadap Nus Kei, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Padahal, John Kei baru bebas dari Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah setelah mendapat pembebasan bersyarat pada Kamis, 26 Desember 2019. Ia divonis 16 tahun penjara, karena terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap pengusaha Tan Hari Tantono alias Ayung.

Begitu menghirup udara bebas, John Kei mengaku insaf dan menyesali segala perbuatannya sehingga memilih jalan untuk lebih dekat kepada Tuhan. Selain itu, ia sangat bangga karena anak-anaknya sudah besar dan ada yang telah selesai kuliahnya.

Hal itu disampaikan John Kei seperti dikutip dari Youtube berjudul 'Kisah Bos Mafia: John Kei Memilih Jalan Tuhan? Benarkah?' yang diunggah pada 15 Januari 2020.

"Kakak (Maria Erviliana Refra) sudah kuliah, selesai di Universitas Trisakti jurusan ekonomi. Lulusannya sangat bangga, Puji Tuhan, lulusan cumlaude," kata John Kei seperti dikutip dari ANTV News Plus pada Senin, 22 Juni 2020.

Kemudian, putra John Kei bernama Isser Harrel Refra alias Rambo juga sedang kuliah di Universitas Jayabaya. Sedangkan, putrinya yang bernama Theresia Ferensy Refra mengambil kuliah di LaSalle College. "Kalau anak-anak pintar, berarti paling tidak papa dan mamah cerdas. Makanya, turun ke anak-anak," ujarnya.

Sementara, John Kei berkelakar bisa saja menjadi Bupati atau Gubernur di Maluku apabila orang tuanya mampu dari sisi ekonomi. Sebab, ia punya kemampuan skill dan di kelas pun termasuk orang yang lumayan.

"Jadi kalau orang tua mampu, mungkin saya jadi Bupati/Gubernur di Maluku. Karena orang tua miskin, putus sekolah dan keluar merantau. Saya ikut Paket C tahun 2010. Tadinya abis ikut Paket C mau kuliah di Jayabaya, ambil hukum. Tapi rencana Tuhan lain, kasus saya sekolah dulu," ungkap John Kei.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Jon Kei pada salah satu rumah milik Nus Kei di Perumahan Green Lake Cluster Australia, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang sempat viral.

Videonya bahkan sempat beredar di media sosial. Awalnya, video tersebut adalah video perampokan. Namun ternyata, video yang viral tersebut adalah penyerangan kelompok John Kei yang diduga merupakan aksi balas dendam.

Baca juga: Ogah Miskin Alasan John Kei Pilih Jadi Preman dan Debt Collector