Bersimpang Kata Formula E Jakarta

Uji coba aspal untuk sirkuit balap di Monas.
Sumber :
  • Dok: Jakpro

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat negosiasi Formula E.

Photo :
  • www.instagram.com/aniesbaswedan

Pembayaran total tersebut memiliki rincian fee yang dibayarkan pada tahun 2019 senilai 20 juta Poundsterling atau setara Rp360 miliar. Kemudian pada tahun 2020 fee yang dibayarkan senilai 11 juta Pound Inggris atau setara Rp200,31 miliar. Lalu bank garansi yang dibayarkan senilai 22 juta Pound Inggris atau setara Rp423 miliar.

Atas penundaan kegiatan Formula E itu, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara telah melakukan renegosiasi dengan FEO terkait penarikan bank garansi senilai 22 juta Pound Inggris atau setara Rp423 miliar. Renegosiasi itu telah disetujui oleh pihak FEO melalui surat tanggal 13 Mei 2020.

"Namun atas fee tahap 1 musim penyelenggaraan 2020/2021 yang telah dibayarkan kepada pihak FEO senilai 11 juta Pound Inggris tidak dapat ditarik kembali. Pihak FEO menyatakan fee itu sebagai jaminan keuangan atas potensi kewajiban-kewajiban PT Jakpro sesuai perjanjian sebelumnya," tulis laporan tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Photo :
  • ANTARA/Ricky Prayoga

Merespons hasil audit BPK, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, nilai keekonomian ajang balap mobil Formula E yang menghabiskan dana sebesar Rp983,31 miliar masih menguntungkan. Sekalipun, ajang balap mobil listrik ini terpaksa ditunda karena pandemi COVID-19.

"Tentu sebelum diputuskan itu ada mekanisme, ada aturan, ada kajian, ada penelitian oleh konsultan-konsultan yakni pihak ketiga, bukan kami yang menilai apakah akan memberikan dampak positif atau tidak," kata Ariza, sapaan akrab Ahmad Riza Patria.

Ariza memastikan para konsultan tersebut telah melakukan kajian penyelenggaraan Formula E dengan sangat detail, termasuk juga menghitung berapa nilai ekonomis dari penyelenggaraan Formula E hingga analisa keuangannya.

"Jadi semua nilai positifnya dihitung berapa bagi Jakarta dan tentu Indonesia itu sudah dihitung juga. Kalau tidak (menguntungkan), tidak berani kita. Jadi uang yang kita keluarkan tentu sesuai dengan apa yang nanti didapatkan," katanya.

Ariza berharap, Jakarta juga Indonesia bisa segera terbebas dari COVID-19. “Insya Allah, untuk fee-nya yang sudah dibayarkan ke FEO itu aman, enggak usah khawatir," ujarnya.

Anggaran untuk kegiatan balap mobil itu tahun depan disorot anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Manuara Siahaan. Menurut dia, ajang tersebut  menelan anggaran yang cukup besar. "Ada potensi pemborosan anggaran Rp4,48 triliun. Sebuah jumlah uang yang sangat besar," kata Manuar, Selasa, 31 Agustus 2021.