Rumah di Tangerang Ambruk Diterjang Hujan Angin, Terdengar Seperti Gemuruh

Rumah semi permanen di Tangerang ambruk diterjang hujan angin
Sumber :
  • VIVA/Sherly

VIVA Metro – Rumah semi permanen di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, ambruk, usai diterpa hujan angin kencang, Rabu, 28 Desember 2022. Peristiwa itu terjadi pada pukul 13.30 WIB disaat hujan deras dan angin kencang tengah melanda wilayah setempat.

"Kejadian siang hari, saat hujan angin melanda kawasan setempat, dimana sebelum ambruk, penghuni rumah dengan suara gemuruh dari area belakang rumah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir.

Alhasil, penghuni langsung memilih untuk mengevakuasi diri ke area teras rumah. Hingga tidak lama kemudian, rumah semi permanen itu ambruk. "Tidak lama suara gemuruh, rumah tersebut pun ambruk," ujarnya.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban, karena saat mendengar suara itu, pemilik dan anggota di rumah tersebut langsung berlari ke luar rumah. "Petugas tengah diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap puing-puing bangunan yang ambruk," ungkapnya.

Curah Hujan Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan akan meningkat selama sepekan terakhir mulai hari ini, 27 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023. 

Hal itu diungkap langsung Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati berdasarkan hasil evaluasi potensi cuaca ekstrem pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

"Hari ini, 27 Desember 2022 kami evaluasi, ternyata prediksi atau prakiraan tersebut konsisten. Kemudian, dinamika atmosfer saat ini, berdasarkan analisa, kondisi dimana  atmosfer di sekitar Indonesia masih berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan, mulai hari ini hingga 2 Januari," kata Dwi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 27 Desember 2022.

Dwikorita kemudian memaparkan hasil analisa terhadap prakiraan cuaca mulai 21-26 Desember 2022. Hasilnya ditemukan ada penambahan atau fenomena baru yang dapat berdampak pada dinamika cuaca di wilayah Indonesia.

"Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain, masih sama dengan 21 Desember, namun intensitas semakin menguat, yaitu Monsun Asia," ungkapnya.