Pintu Air 10 Cisadane Jebol, Pasokan Air Bersih di Tangerang Berkurang hingga 60 Persen

Air baku PDAM Tirta Benteng dari Sungai Cisadane.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Sherly (Tangerang)

Tangerang – Pintu Air 10 yang berada di Sungai Cisadane, Pasar Baru, Kota Tangerang, mengalami kerusakan di beberapa titik.

Debit air yang berada di Sungai Cisadane pun mengalami pengurangan cukup drastis dan mengancam suplai air utama dari PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. 

Kondisi ini juga membuat adanya ancaman pengurangan suplai air bersih ke masyarakat Kota Tangerang, terutama pada pelanggan PDAM Tirta Benteng. 

Air baku PDAM Tirta Benteng dari Sungai Cisadane.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Sherly (Tangerang)

Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Doddi Effendy mengatakan, kerusakan yang terjadi di pintu air 10 tersebut mengakibatkan produksi air bersih PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dari Sungai Cisadane berkurang sampai 40 persen. 

"Ketinggian air normalnya itu di atas 13 meter sekarang tinggal 10 meteran, ini berpengaruh ke intake PDAM yang produksinya menurun sampai 60 persen," katanya, Sabtu, 22 Juli 2023.

Mengenai kondisi ini, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2), selaku pengelola Bendungan Pasar Baru untuk segera memperbaiki kebocoran yang terjadi di Pintu Air 10 tersebut. 

"Tadi saya sudah menelepon Kepala BBWS C2, Pak Bambang Heri Mulyono, dan saya sudah meminta agar perbaikan segera dilakukan secepatnya," ujarnya. 

Ia yang melakukan pengecekan ke lokasi menyebutkan, kondisi kerusakan berada di 4 titik yang mana mengancam suplai air bersih. Hal ini karena Sungai Cisadane menjadi sumber air utama di Kota Tangerang. 

"Setelah dicek ternyata dari 10 pintu air ada 4 yang mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan, debit air Sungai Cisadane yang seharusnya tertampung malah terus mengalir, dan permukaan airnya menjadi turun karena debit air terus berkurang. Tentunya mengancam suplai air ditambah kita akan masuk musim kemarau," katanya. 

Arief menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk terus berkoordinasi dengan pihak BBSW C2 dan juga dengan pihak PDAM, terkait inventarisasi dan fasilitasi berbagai sarana penundukung agar proses perbaikan dapat berjalan optimal dan cepat. 

"Kita juga minta ke pihak PU untuk kerahkan juga petugasnya agar membantu, koordinasikan juga dengan PDAM. Inventarisir dan laporkan terus update dan perkembangannya," katanya.