Pemkot Jaksel Batal Segel Kantor Greenpeace

Rumah Disegel di Pondok Indah
Sumber :
  • Vivanews/ Ahmad Rizaludin

VIVAnews - Ketua Perwakilan Greenpeace Indonesia, Nur Hidayati, mengatakan Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Selatan, batal menyegel bangunan kantor mereka. Sedianya penyegelan dilakukan hari ini.

"P2B tidak jadi datang, dan mereka akan memberikan pernyataan di kantornya," kata Nur saat ditemui di kantor Greenpeace, Jalan Kemang Utara No. 16 B1, Kemang, Jakarta Selatan, Senin 14 November 2011.

Nur menilai penyegelan ini dilakukan spesifik hanya ditargetkan kepada bangunan kantor mereka. "Dan ini seharusnya menjadi pertanyaan besar kepada pemerintah, kenapa melakukan penegakan peraturan pilih-pilih," ujarnya.

Menurutnya, alasan P2B melakukaan penyegelan didasari bahwa kawasan Kemang Utara ini diperuntukan untuk pemukiman, bukan untuk kantor.

"Padahal kami sudah menjelaskan, di sana kami sudah mendapatkan izin domisili dari Camat Mampang Prapatan pada 22 Juni 2011," ucap dia.

Dia menjelaskan surat pemberitahuan penyegelan sudah dua kali diterima. Namu, lanjutnya, surat dialamatkan kepada pemilik rumah. "Kami menyewa di sini 2 tahun, dari 2010, dan habisnya sekitar Mei 2012," kata Nur.

Kini pihaknya tinggal menghabiskan masa kontrak saja. "Kami berencana pindah dari sini setelah masa kontrak itu selesai," ujarnya.

Juru Kampanye Hutan, Bustar Maitar, menambahkan penyegelan itu adalah bentuk serangan terhadap lembaga yang aktif membela lingkungan.

Dia mengungkapkan sejak Greenpeace kampanye pengrusakan hutan yang ada di Riau tahun lalu, lembaganya lalu dinyatakan ilegal, dan tidak terdaftar.

"Kemudian kami kampanye lagi di internet bulan Mei, di situ mulai kenceng, kami tidak terdaftar di Kemenkumham. Dan dikatakan dapat dana judi dari Belanda, terus FBR demo kesini, dan Greenpeace harus daftar Kesbangpol," ujar Bustar.