Wagub Djarot: Ormas di Jakarta Suka Minta Uang

Wagub DKI, Djarot Saiful Hidayat
Sumber :
  • Rebecca

VIVA.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi ratusan organisasi masyarakat (ormas) yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota.

Hal itu dilakukan untuk memperkecil dan memberi kesempatan kepada ormas lain yang benar-benar mau bekerja membantu pemerintah, bukan melakukan kekerasan dan keributan.

“Ada sekitar 360 ormas, apa semuanya aktif? Perlu dievaluasi itu supaya terlihat mana yang betul-betul efektif,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Selasa 16 Juni 2015.

Melalui bantuan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta, Djarot akan memeriksa mana saja ormas yang aktif dan mana yang sudah tidak berjalan lagi.

Di samping itu, Djarot menegaskan, Pemprov DKI tidak takut dengan ormas-ormas yang sering menekan, mengajukan protes hingga membuat keributan yang menentang pemerintahan DKI.

“Mereka tidak bisa tekan kita. Yang namanya ormas itu harusnya bisa bersinergi dengan pemerintah dong. Bantu kami laksanakan program-program untuk rakyat,” kata Djarot.

Menurut mantan Dosen di Universitas 17 Agustus Surabaya itu, kini banyak  ormas yang dibuat dengan tujuan pragmatis, artinya ormas dibuat hanya untuk mencari keuntungan semata.

Mereka dibentuk untuk mencari kesalahan-kesalahan pemerintah dan baru akan diam jika diberikan uang.

“Sering terjadi ini di Jakarta, saya suka dapat surat aneh-aneh yang ujung-ujungnya memeras saya, minta uang. Artinya kalau ada jagung dia datang, kalau sudah habis baru dia pergi, tidak ada tanggung jawabnya. Kalau mau dapat duit, ya kerja dong,” kata Djarot. (ase)