Kasus Pesta Bikini SMA Jakarta Berujung Damai

Undangan Pesta Bikini Pelajar
Sumber :
  • twitter.com/Divine_prod

VIVA.co.id - Event Organizer penyelenggara pesta bikini, Divine Production, hari ini, Rabu 1 Juli 2015, resmi melakukan perjanjian damai dengan beberapa pihak sekolah yang namanya dicatut dalam acara Splash After Class pada 25 April 2015.

Ketua Divine Production, Immanuel Siregar, mengatakan perjanjian perdamaian tersebut diinisiasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Dalam kesempatan ini kami menyampaikan permintaan maaf sebagai pihak yang menyelenggarakan acara Splash After Class dengan menggunakan video sebagai promosi acara tersebut," ujar Immanuel di Kawasan SCBD, Jakarta.

Immanuel mengatakan, dari awal pihak sekolah tidak memberikan izin dan mengetahui acara tersebut sehingga tercantumnya nama sekolah adalah kekhilafan pihaknya.

"Kami minta maaf kepada semua pihak seperti dinas pendidikan dan nama sekolah yang dicatut. Kami juga menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran kami. Kami harap pihak sekolah dan dinas pendidikan membukakan pintu maaf dan telah bersepakat untuk damai dan mencabut laporan kepolisian," kata Immanuel.

Pertemuan lanjutan

Sementara itu, Kuasa hukum Divine Production, Aditya Sembadha mengatakan, perdamaian ini terkait dengan laporan Ratna, Kepala Sekolah SMAN 29 Jakarta.

"Perdamaian ini terkait dengan laporan dari Bu Ratna, Kepala Sekolah SMAN 29 Jakarta, selaku perwakilan sembilan sekolah yang membuat laporan," ujar Aditya.

Rencananya, akan ada pertemuan lanjutan dengan pihak SMA Muhammadiyah, karena sekolah tersebut membuat laporan di Krimsus Polda Metro Jaya.

"Untuk SMA Muhammadiyah, ada persyaratan, tetapi belum bisa di share ke media, karena sifatnya masih rahasia kesepakatan bersama. Jadi nanti dibuat kesepakatan perjanjian perdamaian," ujar dia.

"Tadi siang pihak Divine Production dan Ibu Ratna datang ke Polda dan menandatangi surat perdamaian," lanjut Aditya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 12 yang mewakili sembilan sekolah tersebut, Gunanto, mengatakan perdamaian ini difasilitasi Dinas Pendidikan dan meminta persyaratan dalam perjanjian permintaan maaf.

"Divine menyetujui permintaan maaf, hal ini pelajaran dan pesan moral agar tidak lagi terjadi hal seperti ini," jelasnya.

Gunanto juga merasa cukup puas dengan permintaan maaf yang dilakukan Divine Production dan akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap acara yang dilakukan anak didiknya.

"Cukup puas. Siswa tidak memahami acara ini dan dianggap seperti pensi (pentas seni) saja. Tidak ada kerjasama dengan pihak siswa. Pihak sekolah akan memperketat acara yang diadakan siswa," ujar Gunanto.

Sebagai bentuk pertanggungjawab atas perbuatannya, pihak Divine Production menyatakan membubarkan diri per awal Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, undangan pesta bikini di sebuah hotel di kawasan Gunung Sahari sempat membuat heboh laman berbagi video Youtube.

Acara pesta bikin itu sedianya bakal digelar 25 April 2015 dalam rangka perayaan kelulusan pelajar di sejumlah SMA yang berada di Bekasi dan Jakarta. Namun acara tersebut langsung dibatalkan oleh EO karena banyak mendapat respon negatif dari masyarakat. (ase)