Syahrini Bhayangkariwati Dipindah ke RS Kramat Jati

Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian
Sumber :
  • Bayu Nugraha Januar

VIVA.co.id - Syahrini Murni Bhayangkariwati, bayi mungil yang lahir di Polda Metro Jaya, Rabu 1 Juli 2015 dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati.

"Tadi malam pukul 21.30 WIB dipindahkan dari polda," ujar Kepala Poliklinik Polda Metro Jaya, Armahida Kursriana, di Mapolda Metro Jaya, Kamis 2 Juli 2015.

Armahida mengatakan, bayi yang lahir tepat di HUT Bhayangkara ke-69 itu dipindahkan untuk mendapatkan fasilitas memadai. Poliklinik Polda khawatir kondisi kesehatannya menurun, lantaran minimnya alat persalinan di klinik tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, kami rujuk ke RS Polri Kramat Jati. Kondisi stabil baik, dan di sana untuk perlengkapan sudah sesuai standar," ujarnya.

Armahida juga mengimbau orangtua bayi untuk mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan ke kampung halaman di Lampung. Sebab, kondisi bayi masih belum normal.

"Lebih baik pulang ke Bogor, jangan ke Lampung. Neneknya harus mengalah. Ini berisiko, karena bayi masih merah," kata Armahida.

Syahrini Murni Bhayangkariwati adalah anak kedua dari pasangan Yuliana (31) dan Jumali (32). Sebelumnya, sang ibu, Yuliana, merasa akan melahirkan saat bus Murni Jaya bernomor polisi A 7661 KCJ jurusan Kampung Rambutan-Merak yang ditumpanginya tengah melaju di tol dalam kota, Jakarta, Rabu 1 Juli 2015.

Dua petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Briptu Hermanto dan Brigadir Agus Susilo kemudian mengawal bus tersebut keluar dari tol dengan mobil PJR yang mereka pakai. Bus tersebut lantas dibawa masuk ke Polda Metro Jaya.

Yuliana dan bayi pun lalu dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya untuk menjalani persalinan.

Nama bayi seberat 2,9 kilogram dengan panjang 45 cm itu di antaranya diusulkan oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Nandang Jumantara dan Kabiddokes Polda Metro Jaya, Kombes Musyafak.