Nanti Pasar Tradisional Jakarta Bisa Jadi Tempat Bermesraan

Penjualan Terompet Jelang Tahun Baru 2015
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ingin melakukan penataan terhadap pasar-pasar tradisional yang ada di ibukota.

Djarot mengatakan, saat ini, kondisi pasar tradisional di Jakarta sungguh memprihatinkan, kumuh dan tak terawat.

Djarot memimpikan, suatu waktu, semua pasar tradisional bisa dijadikan tempat wisata. Bahkan, lokasi bulan madu bagi pasangan pengantin baru.

“Kalau kita bisa tata pasar dengan baik, pasar itu bisa jadi tempat wisata, sarana untuk refreshing. Nanti suami istri juga bisa bermesra-mesraan di sana,” kata Djarot saat berbincanga dengan Zaenal, Kepala Pusat Koeprasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Jumat 28 Agustus 2015 di ruang rapat kerjanya, Balai Kota, Jakarta Pusat.

Dengan cara seperti itu, kata Djarot, pasar sebagai tempat transaksi jual beli antar penjual dan pembeli juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang mendukung timbulnya rasa persahabatan antara warga masyarakat sehingga tidak ada lagi pertengkaran antar warga yang berujung pada tindak tawuran.

"Dulu saya suka ke pasar, ibu saya juga punya kios dulu di pasar. Sebelum jadi Wagub DKI saya sering jalan-jalan sama Ibu Happy (istri) ke pasar tradisional,"kata Djarot.

Mantan Walikota Blitar selama dua periode itu beranggapan, kurangnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional disebabkan karena kondisi pasar yang kumuh, kotor dan berbau.

Baca juga:

Bahkan tidak jarang pembeli terganggu dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL) liar yang membuka lapak secara sembarangan dan semakin mempersempit area pasar.

"Pasar rakyat itu stigmanya selalu jorok, kumuh, bau, banyak lalat. Masa kita tidak bisa sih tiru pasar di Thailand ? Puskoppas harus bisa membantu untuk urus hal ini juga, bukan semata-mata hanya cari keuntungan saja dari koperasi ke pengurus," ujarnya.