Bajak Bus, Puluhan Pelajar SMK Bersenjata Ditangkap

Ilustrasi penodong ditangkap polisi di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

VIVA.co.id - Aparat kepolisian Polsek Matraman, mengamankan Puluhan pelajar sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) karena membajak sebuah bus.

Tak hanya membajak bus, ketika digeledah, dari tas sejumlah pelajar tersebut juga ditemukan senjata tajam berbagai jenis.

Bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol yang ditumpangi sekitar 20 pelajar SMK tersebut mendadak dihentikan oleh aparat Patroli Polsek Matraman.  Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis 8 Oktober 2015.

Atas laporan warga tentang adanya pembajakan bus, petugas patroli langsung membuntuti bus tersebut. Tiga petugas patroli langsung masuk dan menarik satu persatu pelajar dari dalam bus.

Para pelajar yang keluar langsung diminta berjongkok di tepi trotoar. Satu persatu tas mereka digeledah petugas.

Ketika dilakukan penggeledahan, tas beberapa pelajar ternyata berisi pedang, pisau, gir, ketapel, kopel,dan penggaris besi. Petugas pun mengumpulkan barang bukti ini dalam satu tas siswa untuk disita.

Petugas kemudian melakukan interogasi terhadap para pelajar tersebut. Ketika ditanya petugas apakah para pelajar berencana tawuran, mereka mengaku tidak habis tawuran, meski di dalam tasnya ada senjata berbahaya.

"Enggak tahu Pak, saya cuma disuruh bawa saja. Enggak habis tawuran," jawab seorang siswa kepada petugas.

Meski para siswa mengatakan tidak melakukan tawuran, puluhan pelajar SMK ini tetap digiring dengan menumpang Kopaja. Satu siswa di antaranya beserta barang bukti senjata tajam di bawa polisi dengan menumpang mobil patroli. Mereka dibawa ke Polsek Matraman.

Pujianto (52), sopir PPD mengaku, busnya dibajak para pelajar itu dekat Pasar Jatinegara depan Kampung Pulo."Mereka cegat bus saya, mau enggak mau saya ambil karena mereka halang-halangi di depan bus. Kalau saya jalan terus nanti mereka kejar-kejar. Saya ini juga dipalak sama mereka Pak," kata Pujianto.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Husaimah mengatakan, total ada 35 pelajar SMK yang diamankan dalam kasus ini.

Para pelajar itu menurutnya teridentifikasi 34 orang pelajar SMK Satya Bhakti I sedangkan seorang lainya pelajar SMK Satya Bhakti II. "Ada tadi yang kedapatan membawa senjata dua orang," ujar Husaimah.

Dua pelajar yang diduga pemilik senjata itu yakni RI (18) dan RA (17). Namun, RA tak mengakui dua buah gir yang ada padanya sebagai miliknya. Kini petugas masih memeriksa para pelajar tersebut.