Kepala Dinas Tata Air Baru Diminta Ahok Lawan Banjir Rob

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Sumber :
  • Fajar GM - VIVA.co.id

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, segera menugasi Kepala Dinas Tata Air DKI yang baru, Teguh Hendrawan. Tugas ini dianggap sebagai kewajiban yang sudah puluhan tahun tidak pernah dikerjakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

"Ini su'udzon saya. PU puluhan tahun tidak pernah mau nutup (bangun tanggul) 90 kilometer," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, melantik Teguh di Balai Agung Balai Kota DKI, Kamis, 3 Desember 2015.

Tanggul yang dimaksud adalah tanggul laut raksasa sepanjang 90 kilometer di sepanjang pesisir laut utara Jakarta. Pembangunan tanggul telah masuk ke dalam rencana mega proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Ahok mengatakan, keberadaan tanggul dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah banjir. Berdasarkan kajian dari sebuah lembaga Belanda, untuk membuang air banjir di daratan, dibutuhkan saluran yang melingkari Jakarta. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi DKI telah membangun Kanal Banjir Barat (KBB) dan Kanal Banjir Timur (KBT).

Sementara, untuk menyelesaikan banjir yang diakibatkan rob (luapan air laut), diperlukan sebuah tanggul yang membentengi daratan Jakarta.

Ahok mencontohkan, tanggul laut yang lebih kecil, yang didirikan di sekeliling kawasan pemukimannya di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.

"Saya ini tinggal (yang) di tepi laut," ujar Ahok.

Untuk mencegah kawasan pemukiman tergenang rob, warga dan pengembang bekerjasama membentengi daerah pesisir pemukiman. Saat permukaan laut meninggi, limpahan segera mengalir ke saluran yang terhubung ke Kali Gendong. Limpahan kemudian dialirkan kembali ke laut.

Dalam skala besar, Ahok mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI telah membangun Waduk Pluit untuk dapat menampung limpahan air yang berasal baik dari daratan maupun lautan.

Kini, hanya dibutuhkan keberadaan sebuah tanggul laut yang membentengi daratan pesisir dari banjir rob, yang dipasangi pompa, dan bisa membuat limpahan air mengalir ke Waduk Pluit yang kemudian membuangnya ke laut.

"Jadi tugas Anda, Kadis Tata Air yang baru, sederhana saja, Anda bereskan itu tanggul laut 90 kilometer. Anda tutup daratan," ujar Ahok.

Selain itu, Ahok juga menugaskan Teguh mempercepat proses pembebasan lahan yang diperlukan untuk membangun waduk-waduk lain. Ahok percaya pengalaman Teguh sebagai mantan Camat Pulogadung, yang berhasil membebaskan lahan untuk membangun Waduk Ria Rio di Jakarta Timur, bisa diterapkan untuk melakukan hal serupa di titik-titik lain di Jakarta.

"Semua tanah yang harus jadi waduk harus Anda keruk," ujar Ahok.

Ahok melantik Teguh menjadi Kadis Tata Air, menggantikan Tri Djoko Sri Margianto yang mengundurkan diri dari jabatan itu. Teguh merupakan mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.

Selain Teguh, turut dilantik pula mantan Camat Penjaringan Yani Wahyu menjadi Wakadishubtrans. Sementara, Abdul Khalit yang sebelumnya Wakil Camat, dilantik menjadi Camat Penjaringan.