Tak Hanya Ani, Meta Juga Diduga Siksa 3 PRT

Korban penyiksaan saat di Polsek Metro Matraman, Jakarta Timur.
Sumber :
  • Anwar Sadat - VIVA.co.id

VIVA.co.id - Pembantu rumah tangga yang menjadi korban penyiksaan majikan bernama Meta Hasan Musdalifah di Matraman, ternyata tidak hanya Siti Srimarni, alias Ani (20) saja. Namun, ada tiga pembantu lainnya.

Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Angraini mengatakan, tiga korban lain yakni Erni (20), Musa (20), dan Wardi (20). Para korban juga mengalami penyiksaan oleh majikannya.

Menurut Lita, ketiga korban tersebut juga mengalami kekerasan seperti yang dialami oleh Ani. Namun, luka yang terparah memang yang dialami Ani.

"Ani sekarang masih dirawat di RS Polri. Sementara, tiga lainnya sudah dipindahkan ke rumah aman (safe house)," kata Lita, dalam jumpa pers di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Jumat 12 Februari 2016.

Sementara itu, Anggota Divisi Pelayanan Hukum Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jakarta, Siti Mazumah mengatakan, pihaknya akan mendampingi empat PRT yang jadi korban tersebut, dan akan memberikan perlindungan hukum kepada mereka.

"LBH Apik diminta dampingi korban kekerasan dan keempatnya akan kami dampingi sebagai kuasa hukum. Kemarin, kita lihat Ani dan ketiganya, kondisinya memperihatinkan," katanya.

Kasus penganiayaan oleh Meta terungkap, setelah Ani melapor ke Polsek Metro Matraman, Jakarta Timur. Ani bisa melapor, setelah berhasil melarikan diri dari rumah Meta dengan cara memanjat pagar.

Saat itu, kepada penyidik Polsektro Matraman Ani mengaku tak hanya dipukuli, tetapi juga disiram air panas dan disekap.

(asp)