Yusril Masih Menunggu Keputusan Parpol untuk Melawan Ahok

Yusril Ihza Mahendra.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menyatakan persiapannya menuju Pemilihan Gubernur DKI 2017 semakin matang. Meski, hingga saat ini ia belum memiliki tiket langsung untuk dapat bersaing dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Yusril, peluangnya mendapatkan tiket menuju Pilgub DKI tergantung pada hasil keputusan partai politik-partai politik yang telah diajaknya bicara. Meski demikian, Yusril optimistis akan mendapatkan restu dari partai-partai politik dalam sebuah koalisi.
 
"Ini makin matang karena pada April mendatang partai-partai akan menentukan pilihannya. Intinya partai-partai itu akan mengusung calon yang paling kuat untuk melawan petahana. Saya pikir dalam demokrasi harus seperti itu dan wajar saja terjadi. Jadi masyarakat bisa memilih siapa yang akan maju untuk DKI nanti," kata Yusril di Masjid Blok M Square, Jakarta, Jumat 25 Maret 2016.
 
Yusril menjelaskan, ia sudah bertemu hampir semua pimpinan partai. Meski begitu, para pimpinan partai tersebut mengatakan padanya untuk tetap melalui prosedur tertentu sehingga bisa dicalonkan partai-partai bersangkutan.
 
"Saya menghormati prosedur yang ditempuh oleh partai itu. Saya sudah bicara ke DPW dan DPD lalu dibawa ke pusat dan pusat yang akan memutuskan siapakah yang akan dianggap paling kuat untuk menghadapi petahana," kata Yusril.
 
Ia menambahkan, pencalonannya kini juga sudah semakin fokus pada persoalan siapa yang akan dipasangkan dengannya untuk menjadi bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta.
 
"Jadi kawan-kawan masyarakat Betawi, dari PDIP yang mencalonkan Boy Sadikin saya terima baik usul-usul mereka itu. Tapi ada juga yang mengusulkan Pak Sandiaga Uno dari Gerindra, ada Haji Oding dari kalangan masyarakat Betawi, termasuk Pak Nachrowi," kata Yusril.
 
Ia melanjutkan meski sudah ada sejumlah nama-nama usulan untuk bakal calon wakil gubernur yang mendampinginya, ia memilih menempuh jalur musyawarah untuk menentukannya.
 
"Lebih baik kita musyawarah dulu dengan teman-teman ini siapa yang paling pas dan memungkinkan kita memenangkan Pilkada di DKI," kata Yusril.