Demo Hari Buruh, KSPI Minta Setop Istilah Sweeping

KSPI memberikan keterangan jelang hari buruh
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Foe Peace Simbolon

VIVA.co.id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengemukakan, para buruh merasa terganggu dengan istilah sweeping dan unjuk rasa anarkistis pada peringatan Hari Buruh Sedunia, 1 Mei 2016.

"Jangan gunakan istilah itu lah, jangan pakai istilah sweeping, apalagi ucapan aksi unjuk rasa yang anarkistis. Kami secara psikologis merasa terganggu dan warga bakal tidak simpati lagi dengan gerakan buruh," ujar Said di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2016.

Menurut dia, pernyataan kepolisian tentang larangan sweeping dan aksi unjuk rasa yang anarkistis tidak mendasar. Sebab, buruh tidak pernah melakukan hal itu sejak May Day menjadi hari libur nasional yang ditetapkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Mau sweeping bagaimana, wong itu hari libur, pabrik pasti kosong. Terus jangan aksi unjuk rasa yang anarkistis, kapan kami melakukannya (aksi unjuk rasa yang anarkistis)," katanya.

KSPI meminta kepolisian agar tidak berkata seperti itu lagi jelang hari buruh. "Selama ini kami selalu aksi damai kok, jadi mohon jangan keluarkan kata-kata itu lagi," ujarnya.