KSPI Usulkan Rizal Ramli Damping Prabowo di Pilpres 2019

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memutuskan secara bulat dan aklamasi untuk mendukung Prabowo Subianto pada pemilu presiden tahun 2019. Hal itu diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI. 

img_title PAN Dukung Usulan Capres-Cawapres Maju Pilpres Minimal Diusung 2 Parpol

Keputusan ini diambil setelah perwakilan pimpinan federasi serikat pekerja afiliasi KSPI dan peserta Rakernas menyampaikan pandangannya tentang sosok calon presiden yang akan didukung oleh KSPI pada 2019 nanti. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, salah satu pertimbangan KSPI memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto, karena Prabowo dinilai memiliki komitmen untuk menjalankan 10 tuntutan buruh dan rakyat (Sepultura) yang diajukan oleh KSPI dalam bentuk kontrak politik. 

img_title Usulan KPK Capres-Cawapres dari Kader Parpol Dinilai Keliru, Persempit Demokrasi

“Sejauh ini hanya Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk menjalankan tuntutan buruh dan rakyat. Karena itu, buruh KSPI secara bulat akan memberikan dukungan kepada beliau menjadi Presiden periode tahun 2019–2024,” kata Said Iqbal dikutip dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA, Minggu 29 April 2018. 

Presiden KSPI, Said Iqbal.

img_title Menguak Alasan KPU Rahasiakan Data Pribadi hingga Ijazah Capres-Cawapres

Dukungan tersebut, lanjut Iqbal, secara resmi akan dideklarasikan di Istora Senayan pada tanggal 1 Mei 2018 yang dihadiri puluhan ribu buruh.

Di sisi lain, KSPI juga merekomendasikan kepada partai politik untuk menjadikan Rizal Ramli sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Prabowo. Rizal Ramli dinilai sebagi sosok yang tepat untuk mendampingi Prabowo, karena ia dianggap sebagai sosok yang memahami dan bisa mencarikan solusi atas persoalan ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikatakannya, di sela-sela Rakernas, terutama ketika membahas berbagai regulasi terkait ketenagakerjaan yang dianggap tidak berpihak kepada kaum buruh, seruan 'ganti presiden' beberapa kali terdengar. Inilah yang juga menjadi alasan bagi KSPI untuk tidak memberikan dukungan kepada petahana Presiden Joko Widodo. 

Karena, lanjut dia, beberapa kebijakan Pemerintah dianggap tidak pro buruh, seperti kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Undang-Undang Tax Amnesty, hingga Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 terkait dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

PDIP Akui Usulan Capres-Cawapres Minimal Diusung 2 Parpol Masuk Akal, Ini Alasannya

PDIP menilai usulan syarat pengusungan pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) minimal oleh dua partai politik merupakan gagasan yang masuk akal.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut