Depok, Kota Rawan Begal Bersenpi

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan saat gelar barang bukti begal bersenpi yang mengganggu keamanan kota Depok.
Sumber :
  • Zahrul Darmawan/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kawanan begal motor terlibat baku tembak dengan sejumlah petugas di kawasan Jalan Kabel, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat. Dalam peristiwa ini, satu pelaku meregang nyawa akibat diterjang timah panas petugas. 

Menanggapi peristiwa ini, Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan menjelaskan, Kota Depok termasuk daerah rawan tindak pencurian bermotor (curanmor) dengan modus menggunakan senjata api. 

"Dari informasi yang saya dapat, Depok itu rawan curanmor. Termasuk tinggi diantara Polres penyangga lainnya. Untuk penggunaan senjata oleh pelaku, kenyataannya yang kita dapati saat ini seperti itu. Mereka melengkapi diri dengan senpi," jelasnya. 

Terkait peristiwa penembakan terhadap pelaku curanmor di Beji, Harry menegaskan, pelaku terpaksa ditembak karena lebih dulu menggunakan senjata api, dan menembak ke arah warga dan petugas, yang saat itu berupaya melakukan pemeriksaan. 

"Anggota saya telah lebih dulu memberikan peringatan, namun pelaku tetap melawan hingga terpaksa dilumpuhkan," kata Harry, Rabu 18 Mei 2016.

Setelah terkena tembakan petugas, pelaku yang tidak diketahui identitasnya itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak tertolong. Sementara rekan pelaku lainnya melarikan diri. 

"Satu pelaku berhasil lari ke arah selatan. Saat ini sedang didalami. Untuk pelaku yang tewas, sampai saat ini belum diketahui identitasnya dan masih berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. Jika ada yang mengenali, silahkan koordinasi ke kami," tutur Harry. 

Untuk mengantisipasi aksi curanmor lainnya, Kapolresta mengimbau warga agar segera berkoordinasi dengan aparat jika mendapati hal yang mencurigakan. "Alhamdulillah, komunikasi antara warga dan Polisi di kota ini berjalan sangat baik. Salah satunya dengan terungkapnya kasus curanmor ini."

Sementara itu, dari keterangan saksi mata menyebutkan, pelaku yang tewas mengaku bernama Ade Japra, dan merupakan warga Jonggol. Hl ini diketahui sesaat sebelum dia tewas ditembak petugas. 

"Iya, pas kita tanya namanya siapa? Dia bilang namanya Ade Japra, dari Jonggol," ucap Romli, salah satu saksi yang sempat ikut mengejar pelaku bersama petugas. 

Diakui Romli, sebelum tewas pelaku juga sempat menitipkan pesan terakhir. "Kita sempat nanya, ada pesan enggak? Dia bilang, jaga Adelia. Adelia anak dia," ucapnya.

. Kejadian bermula ketika polisi  mendapat informasi dari warga (komunitas Fokus) bahwa di wilayah Kukusan ada orang mencurigakan menggunakan motor berboncengan, dan jalan berputar-putar di wilayah itu. Ketika petugas berpapasan dengan orang yang dicurigai tadi, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api.