Idrus: Pemimpin Tak Boleh Lampiaskan Kemarahan

Muhamad Idrus mendaftar sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Bakal calon Gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhamad Idrus mengatakan, bahwa Ramadan adalah bulan kesabaran. Tak hanya untuk masyarakat umum tapi juga pemimpin termasuk para pejabat negara.

"Ketika menjadi pemimpin, kita harus mengerti bahwa bulan Ramadan sudah menjadi tradisi umat Islam, maka seorang pemimpin harus lebih bijaksana. Bukan melampiaskan kemarahan kepada individu/masyarakat lain," kata Idrus dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 19 Juni 2016.

Idrus turut menanggapi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sempat marah dan mengusir salah satu wartawan di Balai Kota belum lama ini. Ke depan, ia meminta Ahok agar menjaga sikap khususnya kepada awak media yang meliput kegiatannya sehari-hari selaku pejabat negara.

"Saya bilang, setop marah-marah. Alangkah baiknya jika seorang pemimpin itu bijak," ujarnya menambahkan.

Seorang pemimpin, lanjut Idrus, harus bisa memberi contoh yang baik dan saling menghormati, apalagi jika tampil di media massa.

"Bagaimana jika sikap beliau dilihat dan dicontoh anak-anak, akan jadi contoh negatif. Balai Kota tempat semua orang. Gubernur tak bisa melarang orang untuk hadir. Apalagi wartawan, (Ahok) bisa kena Undang Undang Pers. Saya harap Pak Ahok bisa menjaga diri tak sembarang orang bisa dihardik," kata pemilik Rumah Sakit Ibnu Sina itu.

Lebih lanjut, calon yang mengusung jargon #JakartaKEREN itu berharap Pilkada 2017 nanti melahirkan pemimpin baru yang bisa mewujudkan bagaimana Jakarta lebih baik ke depan.

Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan bahwa Idrus berpotensi dipasangkan dengan Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, Sjafrie merupakan salah satu dari tiga kandidat terpilih Partai Gerindra.

"Idrus adalah kader inti PKS yang terlihat serius bekerja. Pak Sjafrie bisa dipasangkan dengan yang muda. Duet militer dan pengusaha muda itu sangat cocok. Sinergi senior dengan anak muda," ujat Andre.

Dia mengakui partainya tengah mencari pasangan untuk melawan Basuki dalam Pilkada mendatang. Salah satunya adalah figur yang memiliki elektabilitas dan dianggap bisa bersaing.

(mus)