Ledakan di Gorong-gorong Depok Dipicu Bensin

Tim Gegana olah TKP ledakan di saluran air di Pondok Sukmajaya Permai, Depok
Sumber :
  • Zahrul Darmawan/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Sebuah ledakan terjadi di kawasan Pondok Sukmajaya Permai, Depok, Jawa Barat, pagi tadi, 3 Juli 2016. Penyelidikan kepolisian terhadap ledakan itu menuai titik terang. Polisi meyakini, ledakan yang disertai api itu dipicu bensin.

Akibat ledakan di gorong-gorong perumahan itu, dua rumah rusak dan seorang warga mengalami luka bakar sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Dugaan sementara seperti itu. Dari hasil olah TKP di saluran air, kami mencium ada bau bensin. Setelah ditelusuri, bahan bakar tersebut diduga berasal dari salah satu rumah yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari lokasi ledakan,” kata Kapolresta Depok, Komisaris Besar Harry Kurniawan usai memimpin olah TKP, Minggu, 3 Juli 2016.

Dari hasil penyelidikan sementara terungkap, pemilik rumah di Blok G 1 itu diduga membuang bahan bakar mobilnya ke gorong-gorong itu. Selain mengamankan barang bukti berupa satu jeriken bensin, polisi juga memeriksa sang pemilik rumah, bernama Sihotang (50).  

“Sudah kita bawa untuk kita mintai keterangan. Dugaan sementara penyebab ledakan karena bensin. Motifnya apa, ini sedang kami dalami,” jelas Harry.

Kronologis
 
Sejumlah saksi mata di lokasi menuturkan, ledakan bersumber dari saluran air yang ada di pemukiman. Sesaat sebelum meledak, warga sempat dikejutkan dengan kobaran api, sekitar pukul 08:30 WIB.

“Iya bunyinya keras kayak bom. Sebelum meledak di gorong-gorong itu, ada api dulu yang muncul. Baru dah, meledak guncangannya kayak gempa. Ini rumah goyang, kaca pada pecah, plafon jebol dan tembok hancur,” ucap Setiawati warga Blok F 6/17. Rumah berikut warungnya hancur.

Selain Setiawati, warga yang terkena dampaknya adalah Dusnawati (58), warga Blok F 6/12, posisi rumahnya sejajar dengan aliran got. Dusnawati terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar. Tercatat, ada sekitar lima rumah yang terkena dampak ledakan tersebut. Namun, hanya dua rumah yang mengalami rusak parah. Sisanya hanya mengalami kerusakan pada bagian pagar.

“Apinya keluar gede, itu dari saluran got. Saya sama warga lainnya panik apalagi pas dengar bunyi ledakan yang keras. Nah, kalau api kita padamin pakai pasir dan air,” kata Hairul Anwar, warga lainnya.

Sementara itu, polisi telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi kejadian. Tim Gegana juga telah diturunkan untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan tersebut.