Pengakuan Penghina Jokowi Culik yang Cabuli 2 Bocah

Penghina Jokowi ditanyai polisi, Selasa, 12 Juli 2016.
Sumber :

VIVA.co.id – Muhammad Arsyah alias Imen, pelaku penculikan dan pencabulan terhadap anak-anak, akhirnya mau buka mulut usai ditangkap petugas Kepolisian Resor Kota Depok, Jawa Barat.

Imen mengatakan, dirinya menculik dan mencabuli dua bocah perempuan di bawah umur karena merasa sayang pada mereka.

"Saya Cuma sayang sama anak-anak kecil. Kayak adik sendiri, itu dong ," kata pria berusia 26 tahun itu kepada VIVA.co.id di ruang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, Selasa 12 Juli 2016.

Imen yang juga pernah tersandung masalah hukum karena menghina Presiden Joko Widodo melalui media sosial itu, ditangkap di sebuah vila di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat ditangkap dalam sebuah penggerebekan, Imen diketahui tengah bersama seorang bocah berinisial F (10 tahun). F berada di vila itu usai diculik dari tempat wisata kolam renang di kawasan Cilodong, Kota Depok.

 "Awalnya kita dapat laporan ada anak hilang. Kemudian kita lakukanlah pengembangan. Ada yang melihat jika korban di bawa ke arah puncak," kata Kepala Polres Kota Depok, Komisaris Besar Harry Kurniawan.

Dalam penyelidikan diketahui, pelaku mengincar korban yang saat itu sedang berada di lokasi wisata kolam renang.  "Di situlah pelaku merayu korban, mengajaknya jajan ke sebuah mini market. Dengan iming-iming jajanan, korbannya akhirnya mau," kata Harry.

Setelah berhasil merayu korbannya ke luar dari lokasi wisata, pelaku ternyata tidak membawanya ke mini market melainkan di bawa ke arah Puncak, Bogor.

"Ternyata dijajaninnya di mini market di sana di Puncak. Setelah itu, si korban dibawa ke sebuah vila. Karena korban terus menangis, membuat curiga pihak keamanan setempat yang kemudian dikoordinasikan ke kita," ujar Harry.