Bentrok di Rawajati, Ahok Sebut Tanggung Jawab Wali Kota

Perlawanan warga RT 09 RW 04 Kelurahan Rawajati Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan tak lama dipatahkan aparat.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penertiban kawasan Jalan Rawajati Barat, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sepenuhnya diinisiasi Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Ahok, sapaan akrab Basuki mengaku, telah memberi wewenang penuh kepada Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi membuat kawasan yang saat ini berupa permukiman dan area komersial menjadi jalur hijau.

"Saya bilang (penertiban) kerjakan saja," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Kamis, 1 September 2016.

Ahok mengatakan, Pemkot Jaksel mengklaim penertiban telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Ahok sekaligus ingin mengetahui kemampuan Tri mewujudkan visi 'Jakarta Baru' pemerintahannya dengan menertibkan hunian di kawasan yang peruntukannya bukan untuk hunian.

"Makanya (penertiban) tes saja. Walikota beres enggak?" ujar Ahok.

Seperti diketahui, pembongkaran yang terjadi di Jalan Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, pagi tadi, berlangsung rusuh. Ratusan petugas gabungan memaksa masuk ke rumah warga, sedang warga menolak dan terjadi aksi saling baku hantam.

Terpantau, ratusan aparat gabungan tampak menerobos masuk ke pemukiman warga yang ada di Rawajati Barat, Jakarta Selatan. Saat hendak masuk, aparat dihadang ratusan warga yang menolak adanya penggusuran. Alhasil, warga dan aparat pun saling beradu mulut hingga berujung ke adu jotos di antara keduanya.

Saat baru masuk ke pemukiman warga, ratusan aparat gabungan itu pun diserang menggunakan botol dan batu. Warga yang menolak pun tampak ditarik Satpol PP dan dihajar beramai-ramai.

Aparat sempat mundur mengurungkan niatnya, tapi mereka kembali merangsek masuk dengan membawa pelindung. Hingga kini, ratusan aparat gabungan masih mencoba memasuki kawasan penduduk untuk merobohkan tiap bangunan yang ada di Rawajati Barat tersebut.

Dalam bentrok tersebut, terlihat seorang warga perempuan yang jatuh pingsan karena tak kuat saat dipegangi polisi dan tak kuat menyaksikan rumahnya itu akan digeruduk ratusan aparat gabungan.