UI Beri Sanksi Mahasiswa yang Kampanye Tolak Ahok di Medsos

Video ajakan tolak Ahok sebagai pemimpin
Sumber :
  • Facebook

VIVA.co.id – Universitas Indonesia (UI) menjatuhkan sanksi tegas kepada salah satu mahasiswanya yang terbukti melakukan pelanggaran terkait ajakan untuk tidak memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam ajang Pilkada DKI. Kasus ini sempat membuat heboh dunia maya lantaran pernyataan tersebut diunggah ke situs jejaring sosial.

"Dia mahasiswa UI Fakultas Ilmu Keperawatan, mahasiswa S2. Yang bersangkutan sudah dipanggil oleh pihak fakultas dan kita berikan sanksi berupa teguran maupun lisan karena tindakannya melanggar ketetapan MWA (Majelis Wali Amanat). Jadi dia melanggar ketetapan yang ada di nomor 8/SK/MWA 2004," kata Humas UI Depok, Egia Tarigan pada VIVA.co.id, Rabu 7 September 2016.

Egia menuturkan, mahasiswa bersangkutan telah mengakui kesalahan dan telah membuat pernyataan di atas kertas untuk tidak melakukan hal yang sama. Egia memastikan, tim investigasi internal fakultas telah bekerja dalam menyelidiki kasus ini, sehingga menjatuhkan sanksi kepada mahasiswanya yang terlibat.

"Kita takut ada lagi kasus serupa. Pihak internal fakultas yang memberikan sanksi. Kita juga memberikan imbauan terbuka untuk menjaga nertralitas jauh dari politik praktis, jangan ada diskriminasi agama, etnis dan tidak boleh juga menggunakan atribut UI ketika berpendapat," ujarnya.

Sebelumnya, beredar video seorang mahasiswa berjaket kuning berlatar belakang Gedung Rektorat UI yang diunggah ke situs jejaring sosial. Dalam video tersebut, mahasiswa yang mengaku bernama Boby Febrik Sedianto yang mengaku sebagai aktivis GEMA Pembebasan UI itu mengajak untuk tidak memilih Ahok di Pilkada DKI.

"Dengan ini saya mengimbau pada warga Jakarta agar tidak memilih Ahok sebagai pemimpin mereka. Seperti kita ketahui dalam surat Al Maidah, Allah SWT mengancam siapa saja yang memilih pemimpin kafir maka dia termasuk orang dzalim. Ahok bukan hanya seorang kafir dia juga mendzalimi masyarakat kita, tengok sepak terjang Ahok dia tidak becus untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Jakarta," katanya

"Tidak hanya itu kasus Sumber Waras dan reklamasi, oleh karena itu saya mengimbau untuk tidak memilih Ahok. Selamatkan DKI dengan Syariah Khilafah," ujar mahasiswa UI ini.

(mus)