Kisah Pengemis JPO Sarinah Punya iPhone 5s dan Jam Mewah

Barang bukti yang disita dari pengemis di JPO Sarinah, Jakarta, 22 November 2016
Sumber :
  • Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat

VIVA.co.id – Sungguh mengejutkan, seorang pengemis di Jakarta, kedapatan memiliki sejumlah barang mewah. Pengemis bernama Muhammad Irfan Gunawansyah, memiliki smartphone iPhone 5s, Samsung Galaxy Note 3 hingga jam tangan merek Alexandre Christie.

Irfan kedapatan memiliki barang mewah saat terjaring razia yang digelar petugas dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia diamankan petugas di jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat.

Pria 26 tahun itu, mengaku sudah mengemis di Jakarta selama tiga tahun. Dari hasil mengemisnya, ia memiliki iPhone 5s, Samsung Note 3, jam tangan Alexandre Christie, bahkan sudah membeli lima ekor kambing untuk investasi di kampung halamannya.

Pria ini menderita disabilitas sejak lahir. Jari-jari tangannya tak berkembang, begitu juga jari-jari kakinya. Bicaranya pun tak jelas. Ia pun mengaku bingung bekerja apalagi karena kondisi fisiknya yang tak memungkinkan.

"Atuh mau kerja apalagi. Saya sih inginnya buka bisnis toko baju begitu," kata Irfan di Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat, Rabu 23 November 2016.

Mengenai  iPhone 5s yang dimilikinya, Irfan mengatakan, membelinya secara mencicil sejak akhir tahun 2014, dibeli dari rekannya seharga Rp5 juta. "Saya cicil Rp 150 ribu sepekan. Sudah lunas sekarang," kata Irfan.

Sedangkan, Samsung Note 3, ia mengaku membeli dari rekannya yang sedang membutuhkan uang. "Saya beli Rp2 juta kalau yang Samsung," kata Irfan.

Perihal jam tangan mewah bermerek Alexandre Christie, ia cicil dengan harga beli Rp1 juta. Itu pun ia cicil Rp50 ribu per hari dan saat ini sudah lunas. Uang itu ia sisihkan dari hasil mengemis.

Tak hanya itu, dia juga memiliki ATM BCA dengan saldo sebesar Rp2.931.000. "Total saya punya harta Rp10 juta. Itu sama peternakan kambing," ujar Irfan.

Saat mengemis, Irfan menyimpan seluruh barang tersebut di kantong bajunya. Dan itu baru dikenakan sepulang dari mengemis.

Di Jakarta, Irfan tinggal dan mengontrak di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia tinggal di rumah kontrakan seharga Rp200 ribu per bulan. "Saya malu. Kapok lah. Enggak mau lagi di jalanan," ucapnya.

Kepala Panti Sosial Kedoya, Masyudi, mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan dasar terhadap Irfan selama 21 hari.

Masyudi mengatakan, pihaknya akan mendorong Irfan untuk jadi pebisnis. Apalagi dari hasil mengemisnya Irfan sudah memiliki lima ekor kambing. "Dia sudah punya kemampuan untuk bisnis. Akan kita dorong ke arah sana," ucap Masyudi.