Komentar Ahok soal Jenazah Pendukungnya Ditolak Disalatkan

Ahok dan Djarot saat debat kandidat.
Sumber :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama, angkat bicara soal penolakan jenazah pendukungnya yang meninggal dunia.

"Saya dengar dari beberapa kiai kalau itu bukan ajaran Islam. Kalau ajaran Islam, mengunjungi orang sakit dan menyalatkan jenazah itu wajib hukumnya," kata Ahok di kediaman Agung Laksono di kawasan Polonia, Jakarta, Minggu, 26 Maret 2017.

Atas dasar itu, Ahok tidak mempercayai kabar jenazah pendukungnya tidak disalatkan. Karena, menurutnya, menyalatkan jenazah itu wajib bagi umat Islam.

"Jadi secara logika, tidak mungkin ada orang Muslim meninggal tidak disalatkan. Karena ini panggilan dan wajib hukumnya," ujarnya.

Ia juga menjelaskan kedatangannya ke kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, untuk mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-68.

"Kita kumpul di sini karena kita ingin doakan Pak Agung dan keluarga selalu sehat, panjang umur, sukses dan berkah," papar Ahok. Ia pun menolak bila kedatangannya sebagai bagian dari kampanye Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Ini bukan kampanye ya? Saya kenal Pak Agung Laknsono dari saya muda. Dari sejak bapak saya masuk Golkar. Jadi, sudah lama sekali kenal. Ya, karena dia ulang tahun maka saya datang lah," ungkapnya. (one)